Pernyataan-pernyataan Donald Trump ini seringkali berdampak pada pasar keuangan dunia. Lantas bagaimana tanggapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati?
Mantan Direktur Bank Dunia ini menuturkan, pasar akan terus memberikan reaksi dari setiap apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penarikan ucapan oleh Trump juga dilakukannya pada soal suku bunga acuan. Saat kampanye dia meminta Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan, tetapi sekarang dia meminta suku bunga acuan tetap rendah.
Sikap Trump yang seperti ini membuat nilai tukar dolar turun, dan bursa saham Wall Street jatuh. Tidak biasa di AS, seorang presiden berkomentar soal nilai tukar mata uang.
Selain soal menarik tuduhannya terhadap China, Trump juga mengatakan soal rasa hormatnya kepada Gubernur The Fed, Janet Yellen.
Masa jabatan Yellen akan habis pada 2018, dan bisa saja kembali memilih Yellen, yang merupakan orang pilihan Barack Obama dari Partai Demokrat.
Baca juga: Trump Jilat Ludah: China Bukan Tukang Manipulasi Mata Uang
Trump menarik kritiknya terhadap Yellen pada saat masa kampanye. Kala itu, Trump mengkritik Yellen yang terus menahan suku bunga acuan tetap rendah. Namun saat ini pendapat Trump berubah.
Menurutnya, suku bunga rendah bagus, karena bila suku bunga dinaikkan, dolar AS bisa makin kuat, dan ini mengganggu ekspor AS. (ang/ang)











































