Sri Mulyani Lega Soal Trump Tapi Khawatirkan Korea Utara

Sri Mulyani Lega Soal Trump Tapi Khawatirkan Korea Utara

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 17 Apr 2017 18:19 WIB
Sri Mulyani Lega Soal Trump Tapi Khawatirkan Korea Utara
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menganggap ketidakpastian dari Amerika Serikat (AS) sudah mulai berkurang. Persoalan baru yang dikhawatirkan bakal muncul dari Korea Utara.

Hal itu berawal dari hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping. Menurutnya, pertemuan ini membuat banyak negara bisa bernafas lega mengenai arah kebijakan ekonomi AS.

Apalagi ketika Trump menarik ucapan yang pernah dilontarkannya pada masa kampanye pilpres. Salah satunya soal pernyataannya mengenai China sebagai negara yang sengaja melemahkan nilai tukar yuan terhadap dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal yang positif adalah pertemuan Presiden Trump dengan Xi Jinping menunjukan suatu paling tidak hasil yang menghindarkan spekulatif, seperti perdagangan, penggunaan currency yang dianggap sebagai salah satu faktor akan mengganjal hubungan di antara keduanya. Ternyata banyak sekali statement perubahan lebih besar dari Trump," kata Sri Mulyani Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung BPPK Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017).

Baca juga: Trump Jilat Ludah: China Bukan Tukang Manipulasi Mata Uang

Meski demikian, Sri Mulyani mengungkapkan kekhawatirannya akan persoalan baru yang muncul di Asia, yakni dari Korea Utara.

"Kalau positif terjaga maka ketidapastian dari luar akan terkelola. Meskipun sekarang adalah terjadi eskalasi mengenai hubungan yang berhubungan dengan policy Korea Utara. Situasi ini akan menimbulkan suasana terutama di Asia," tutup Sri Mulyani.

Di samping itu, Sri Mulyani juga memantau perkembangan ekonomi China. Di mana pada kuartal I-2017, China tumbuh 6,9%. Apalagi China adalah mitra dagang utama Indonesia.

"Kita akan terus memantau tentu saja perkembangan perekonomian dunia terutama yang memiliki pengaruh langsung kepada ekonomi Indonesia dan juga yang bisa berpengaruh langsung kepada APBN," terangnya. (mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads