Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 09:20 WIB

Ini Alasan Kapal Raksasa Pilih Pelabuhan Singapura Ketimbang RI

Muhammad Idris - detikFinance
Ini Alasan Kapal Raksasa Pilih Pelabuhan Singapura Ketimbang RI Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Perusahaan pelayaran asal Prancis, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), mulai membuka rute dari Pelabuhan Tanjung Priok dengan kapal kargo raksasa. Kapal raksasa kini rutin sandar di Priok setidaknya sekali dalam seminggu.

Saat sandar perdana, kapal raksasa CMA-CGM yang bersandar di Tanjung Priok memiliki kapasitas angkut kontainer sebesar 8.500 TEUs, sepekan kemudian kapal kedua yang sandar berkapasitas 8.700 TEUs, dan nanti pada pekan ketiga datang kapal dengan ukuran lebih jumbo 10.000 TEUs.

Lantas, setelah sekian lama kenapa baru sekarang kapal raksasa mau buang sauh di Tanjung Priok?

Direktur PT Pelindo II (Persero), Dani Rusli, mengungkapkan bersedianya perusahaan pemilik kapal kargo raksasa dilatarbelakangi 2 kondisi, yakni soal tercukupinya fasilitas di pelabuhan yang disandari, dan kecukupan muatan kontainer yang bongkat muat di pelabuhan yang disinggahinya.

"Faktor pertama, kalau dulu fasilitas di pelabuhannya memang belum cukup. Baik dari dermaganya, crane, dan terutama kedalaman dari dermaganya," katanya kepada detikFinance, Selasa (18/4/2017).

Kedalaman kapal jadi salah satu alasan klasik banyak pelabuhan di Indonesia belum bisa disinggahi kapal-kapal raksasa. Bandingkan dengan Pelabuhan Singapura dengan kedalaman di atas 16 meter sehingga bisa menampung kapal bermuatan hingga 18.000 TEUs.

Rata-rata pelabuhan besar di Indonesia memiliki kedalaman 11 meter ke bawah, sehingga maksimum kapal kargo yang masuk maksimum bermuatan 2.600 TEUs. Sementara dermaga di JICT, Tanjung Priok, yang disandari kapal raksasa sudah memiliki kedalaman 14 meter.

Sementara untuk alasan kedua, lanjut Dani, harus ada volume kontainer yang mencukupi agar efisien diangkut dengan kapal berukuran raksasa.

"Selain fasilitas, kontainernya juga harus terkumpul atau mencukupi. Artinya jumlah kontainernya harus banyak yang bisa diekspor langsung, ini juga di sini ada peran perusahaan pelayaran untuk mengumpulkan pelanggannya. Kalau fasilitas ada tapi kontainer yang mau diangkut sedikit, percuma saja," jelasnya.

Seperti diketahui, CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan Pelindo II dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Service ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat. Layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus. (idr/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed