Eropa Jegal Minyak Sawit RI, JK: Mereka Takut Tersaingi

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Selasa, 18 Apr 2017 17:15 WIB
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi yang menyebut komoditas kelapa sawit jadi penyebab deforestasi hutan. Pemerintah menduga produk Eropa takut tersaingi oleh produksi Indonesia.

Menurut Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), sawit produksi Indonesia selama ini selalu dijegal oleh berbagai pihak. Mulai dari sisi kesehatan sampai sisi lingkungan.

Dulu, kata JK, ada penelitian yang menyatakan sawit asal Indonesia mengandung kolesterol tinggi. Pernah juga ada isu kalau sawit Indonesia tidak ramah lingkungan dan membunuh satwa liar di sekitar perkebunan.

"Dulu ada penelitian yang menganggap sawit itu tinggi kolesterolnya. Setelah itu dibantah dengan penelitian itu tidak benar, jadi tidak ada masalah lagi. Itu kira-kira tahun 90an. Jadi waktu itu ada joint effort antara Indonesia dan Malaysia untuk mengadakan penelitian di beberapa universitas, termasuk di Amerika. Pernah juga ada masalah-masalah seperti kesehatan dan sebagainya," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

Menurut JK, minyak sawit produksi RI saat ini bersaing dengan produk-produk minyak nabati keluaran Eropa, seperti minyak biji matahari, kedelai, zaitun, dan lain-lain.

"Karena minyak sawit itu menyaingi minyak-minyak nabati yang diproduksi di Eropa. Ini memang harus di-counter (dilawan) lagi oleh negara penghasil sawit, kita berdua, yaitu Indonesia dan Malaysia," katanya.

"Oleh karena itu ada suatu forum tetap antara Indonesia dengan Malaysia untuk membahas hal ini untuk membikin counter-nya (perlawanannya) dan diplomasi. Oleh karena itu diplomasi untuk menjelaskan bahwa apa yang mereka khawatirkan itu tidak benar," kata JK. (ang/dnl)