Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 17:26 WIB

Pakai Drone, Cara KPP Tanjung Pandan Intai Potensi Pajak

Hendra Kusuma - detikFinance
Pakai Drone, Cara KPP Tanjung Pandan Intai Potensi Pajak Foto: Hendra Kusuma
Belitung - Berbagai upaya Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dalam mencari penerimaan negara dari sektor pajak. Seperti yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjung Pandan, Belitung yang mencari potensi pajak dengan menggunakan drone.

Kepala KPP Tanjung Pandan Fadjar Julianto mengatakan, penggunaan drone atau pesawat tanpa awak ini nantinya akan menangkap potensi-potensi usaha yang bisa menjadi objek pajak.

"Kita punya tim drone yang menggali potensi usaha wajib pajak. Di sini dikenal dengan tambang timah, kebun sawit, ladang yang luasan tentu tidak mudah kita jangkau semua sehingga butuh alat bantu yang sudah kita pakai pesawat tanpa awak untuk capture foto udara kemudian kita olah," kata dia di KPP Tanjung Pandan, Belitung, Selasa (18/4/2017).

Fadjar menjelaskan, hasil foto 3D dari tim drone ini nantinya diolah sehingga terlihat potensi lahan yang sudah digali maupun yang belum tergali. Jika yang sudah tergali, maka akan dilakukan uji SPT pada wajib pajak (WP) yang disesuaikan dengan laporan dan fakta di lapangan.

"Itu fungsi kita pastikan self assasment perlu upaya penguji awasi, benar enggak laporannya, sudah sesuai belum. Kalau berdasarkan pengawasan ada ketidaksesuaian bisa sampai pemeriksaan, penagihan, kalau ada indikasi pidana sampai penyidikan," tambahnya.

Dengan upaya-upaya tersebut, lanjut Fadjar, juga menjadikan KPP Tanjung Pandan sebagai kantor pajak percontohan yang memberikan layanan terbaik kepada para wajib pajak.

Pelayanan yang diberikan oleh KPP Tanjung Pandan ini dilakukan dengan berbagai inovasi yang tujuannya memudahkan masyarakat dalam melaporkan kewajibannya.

"Dalam masa modern, maka khususnya di kita ada dua, pertama kinerja, kedua pelayanan, untuk pelayanan kementerian melakukan survei secara berkala untuk uji pelayanan, Untuk KPP Tanjung Pandan jadi kantor pelayanan pecontohan, sekarang tahap penilaian sampai Juni," ujarnya.

Inovasi layanan yang diterapkan KPP Tanjung Pandan yaitu, Beripad atau berita terpadu yang merupakan website yang tujuannya mempermudah WP dan pihak terkait untuk melakukan pelacakan status penerimaan dan penyelesaian produk hukum.

Misalnya, WP mengajukan SPT, nanti fiskus (pejabat pajak) akan mengirimkan notifikasi permohonan tersebut sudah diterima dan akan diselesaikan sesuai target, jika melewati batas waktu yang ditentukan maka WP bisa mengajukan komplain.

Inovasi selanjutnya, yaitu layanan TOP atau tanya orang pajak. Layanan ini berbasis aplikasi Whatsapp group. Di mana, group ini bisa diikuti oleh para WP dan bisa menanyakan seputar perpajakan.

Selanjutnya, ada layanan BOS atau billing order service, layanan ini berbasis SMS. Jadi WP yang tidak punya nomor billing bisa mengirimkan pesan singkat ke 0877-1338-5154 dengan format nama/NPWP/jenis pajak/masa pajak/tahun pajak/jumlah pembayaran.

Ada juga Tarsius atau tax archives administration unique. Layanan ini merupakan pengarsipan data WP dan sifatnya rahasia. Yang terakhir, adalah SMS Caster, yakni layanan untuk mengomunikasikan kepada WP terkait peraturan baru, sosialisasi kegiatan sekaligus konfirmasi kehadiran dalam acara.

"Banyak kantor pajak lakukan inovasi untuk mempelancar kinerja. Mendorong WP nyaman, dilayani dengan baik korelasinya kepatuhan," jelasnya.

Dengan inovasi layanan yang telah diberikan, Fadjar mengungkapkan, tingkat kepatuhan masyarakat Tanjung Pandan cukup tinggi. KPP Tanjung Pandan meliputi 2 kabubaten dengan jumlah WP sebanyak 7.000 dari 300.000 penduduk.

"Kepatuhan sampaikan SPT cukup bagus, wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung kita sekitar 80%," tukasnya. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed