Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Apr 2017 17:56 WIB

Begini Cara Korea Utara Mendanai Proyek Nuklir

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Korea Utara menggemparkan dunia karena telah berhasil dengan mengembangkan senjata nuklir, meskipun negara ini terisolasi dari sebagian besar dunia.

Tak ada yang tahu pasti kekuatan ekonomi Korea Utara. Namun menurut data Bank Sentral Korea Selatan, diperkirakan negara tetangganya memiliki pendapatan nasional secara bruto sebesar US$ 30 miliar atau setara Rp 399 triliun di tahun 2015.

Angka itu hanya sekitar 2,2% dari pendapatan nasional bruto Korea Selatan. Keberhasilan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir karena negara ini mengalokasikan sekitar 25% pendapatan nasionalnya pada senjata.

"Pada dasarnya, ini (Pemimpin Korea Utara) adalah seorang ditaktor brutal yang tidak menempatkan banyak anggaran pada keselamatan, kesehatan dan pendidikan rakyatnya," kata Sharon Squassion, Direktur Pencegahan Proliferasi di Pusat Studi Strategis dan Internasional seperti dikutip detikFinance dari cnbc.com, Rabu (19/4/2017).

Berikut 5 cara Korea Utara menggalang dana untuk mendanai program senjata nuklirnya:

1. China
Menurut Badan Intelejen Pusat AS, sekitar 75% dari perdagangan Korea Utara dilakukan dengan negara tetangga komunisnya, yakni China.

"China memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mempengaruhi stabilitas di Korea Utara, tetapi sebagian besar mereka merasa mereka tidak bisa dikendalikan oleh kepentingan China di Korea Utara," kata Scott Snyder, direktur Program pada kebijakan AS-Korea di Dewan Hubungan Luar Negeri.

Snyder mengatakan, Beijing memiliki kemampuan untuk menutup makanan dan pasokan energi untuk Korea Utara.

Namun, keruntuhan Korea Utara kemungkinan akan mengakibatkan gelombang pengungsi yang membanjiri perbatasan yang bisa membawa wilayah timur laut China dalam ekonomi yang lemah. Beijing ingin menghindari kondisi ini.

2. Buruh Luar Negeri dan Perbudakan
"Pekerja Paksa Korea utara dan Rusia menghasilkan uang tunai yang sangat besar untuk Pyongyang," kata Robert Manning, Senior Atlantic Council's. Ekspor lainnya seperti batu bara dan mineral juga membawa uang tunai dalam bentuk yuan China, dolar AS dan euro.

Manning mengatakan, diktator Korea Utara, Kim Jong Un juga dapat menggunakan dana yang berhasil digalang untuk membeli dukungan dari pemimpin lain di Korea Utara.

3. Penjualan Senjata
"Perekonomian Korea Utara pada dasarnya sedang dijalankan oleh 'kesepakatan senjata'," kata Anwita Basu, Kepala Analis The Economist Intelligence Unit untuk Indonesia, Filipina dan Korea Utara.

Ia mencatat, kesepakatan Koea Utara sudah dibuat dengan negara-negara Afrika. Analis politik lainnya telah berspekulasi bahwa ada kerja sama antara Korea Utara dan Iran pada pengembang senjata nuklir.

4. Obat-obatan
"Korea Utara memiliki "industri obat-obatan terlarang berskala besar," kata Atlantic Council's Manning. "Saya telah melihat sampel dari Viagra bajakan Korea Utara yang terlihat sangat otentik. Ini telah menjadi sumber signifikan dari mata uang keras."

5. Cybercrime
Korea Utara dilaporkan berada di balik cybertheft dana sebesar US$ 81 juta dari rekening Bangladesh di New York Federal Reserve tahun lalu. Jaksa Penuntut Umum percaya tengkulak China membantu Korea Utara dalam pencurian.

Beberapa perusahaan keuangan Cina juga tampak berfungsi sebagai saluran untuk dana ke Korea Utara.

Pada bulan Februari, enam senator AS - termasuk mantan calon presiden Ted Cruz dan Marco Rubio - mengirim surat kepada Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang mendesaknya untuk membatasi akses bank Korea Utara untuk bank-bank China.

"Sanksi PBB terhadap Korea Utara sudah sangat sederhana dibandingkan dengan apa yang kita lakukan vis-a-vis Iran atau Kuba," kata Manning. "Sejauh mana China siap untuk bekerja sama akan menentukan seberapa sukses kita dalam memaksakan tekanan pada Korea Utara." (mca/mca)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed