Budi Karya mengatakan, pihaknya bakal membuka rute pelayaran kapal RORO ke Semarang dan Surabaya saat bulan puasa dan lebaran nanti. Ia mengatakan, kapal RORO tersebut bakal dipergunakan untuk mengangkut keperluan logistik dan penumpang.
"Kita rencanakan ada beberapa kapal (roro) yang ke Semarang selama lebaran (untuk penumpang). Kalau logistik ke Surabaya," ungkap Budi Karya di lokasi, Jakarta, Selasa (19/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita cari angka kompetitif biar lebih hemat dari jalur darat," kata dia.
Budi mengatakan, untuk angkutan logistik, penggunaan kapal roro dinilai membuat biaya distribusi menjadi lebih efisien. Di mana, pemanfaatan kapal roro bisa satu setengah kali lebih murah harganya dibandingkan angkutan lainnya.
"Soal harga ini pun akan dievaluasi. Bagaimana membuat biaya pandu dan tunda bisa lebih efisien. Karena itu melalui Dirjen Laut saya tugaskan berbicara dengan Pelindo II bagaiman melakukan sejumlah perbaikan supaya bisa hasilkan biaya yang lebih kompetitif," kata dia.
Sementara itu, Direktur Komersial PT Atosim Lampung Pelayaran, Asep Suparman, mengatakan, penggunaan kapal RORO di Pelabuhan Tanjung Priok lebih murah dibandingkan dengan penggunaan kapal di pelabuhan merak, terutama untuk angkutan logisitk.
"Kalau dari tarif hanya 20% dari Merak ke Bakauheni. Sementara jaraknya 15 mil kalau ini 120 Jadi 8 kali lipat. Tarif ini 8 kali lipat. Jadi ini upaya kita untuk mendukung program unggulan pemerintah. Kalau niat baik pasti jalan," kata dia. (dna/dna)











































