Follow detikFinance
Kamis 20 Apr 2017, 14:24 WIB

Tanpa TPP, JK: AS Inginkan Hubungan Dagang Langsung

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Tanpa TPP, JK: AS Inginkan Hubungan Dagang Langsung Foto: Dok. Biro Setwapres
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan kenegaraan dari Wapres Amerika Serikat Mike Pence. Keduanya membahas hubungan ekonomi Indonesia-Amerika.

Mike Pence bersama rombongan tiba di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017), pukul 11.50 WIB.

Beberapa menteri terkait ikut hadir dalam pertemuan itu seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Maritim Luhut B Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nastion, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong, Menko Polhukam Wiranto, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

"Pembicaraan tadi dengan Mike Pence menyangkut dua hal yaitu hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika," kata Wapres.
Tanpa TPP, JK: AS Inginkan Hubungan Dagang LangsungFoto: Dok. Biro Setwapres
Mike Pence terlebih dahulu mengisi buku tamu kenegaraan dan kemudian melakukan foto bersama dengan JK. Setelahnya, Pence dan JK segera melakukan pertemuan tertutup. Dari pertemuan yang berlangsung sekitar 40 menit itu, Indonesia ingin mengetahui soal arah kebijakan pemerintah AS.

"Jadi tentu bagi dia bagaimana peningkatan hubungan perdagangan dan investasi di negara-negara yang lain seperti Indonesia dan juga bagaimana ada keseimbangan dan mereka lebih inginkan hubungan itu lebih bersifat bilateral tidak bersifat multilateral seperti TPP," ucapnya.

"Karena Indonesia juga tidak masuk TPP karena itu kita akan segera untuk merundingkan strategic partnership khususnya di bidang ekonomi dengan AS. Karena itu Ibu Menlu dan Menteri Perdagangan dan lain-lain. Dubes kita akan mempersiapkan pertemuan itu," sambungnya.
Tanpa TPP, JK: AS Inginkan Hubungan Dagang LangsungFoto: Dok. Biro Setwapres
Selain itu, pada bidang politik, kedua negara sepakat soal penjagaan perdamaian dan Indonesia menyatakan siap berperan dalam penjagaan perdamaian dan tidak mempunyai blok dengan negara-negara lain.

"Juga bagaimana saling tukar informasi apakah laporan intelijen, radikalime, terorisme itu juga hal yang kita bicarakan," ucapnya. (fiq/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed