Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, terdapat penurunan harga barang dan kebutuhan pokok di beberapa wilayah yang dilalui tol laut, yaitu di wilayah Tahuna, Sulawesi Utara, kemudian Wanci di Sulawesi Tenggara, Sabu di Nusa Tenggara Timur dan wilayah Namlea di Maluku.
Sejumlah harga mulai dari beras, terigu, minyak goreng, gula, daging dan telur ayam hingga semen dan triplek turun harganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil evaluasi penyelenggaraan tol laut tahun 2016, Kementerian Perhubungan terus melakukan penambahan dan pengembangan sarana dan prasarana yang dirasa masih terdapat kekurangan, seperti alat-alat bongkar muat, lapangan penumpukan, gudang, dan lain-lain agar ke depannya proses bongkar muat bisa lebih cepat dan efisien.
Selain itu, hal lain yang menjadi catatan pada tahun 2016 adalah kurang maksimalnya muatan balik yang dibawa oleh kapal tol laut dari daerah tujuan. Untuk itu, pada tahun 2017 ini, pemerintah akan memaksimalkan juga muatan baik dari daerah tujuan serta membuka peluang kepada pemerintah daerah untuk dapat mengusulkan barang-barang kebutuhan dari daerah masing-masing yang dapat juga diangkut oleh kapal tol laut.
"Pada intinya kita menginginkan evaluasi dari sistem operasional dari tol laut itu. Di mana kami lihat, 2015-2016 itu muatan kapalnya belum optimal, khususnya muatan balik, pemanfaatannya juga belum sampai ke masyarakat luas, dan ketersediaan alat yang kurang," ucapnya.
Guna lebih mengefektifkan program tol laut, Kementerian Perhubungan pun bekerja sama dengan Kementerian BUMN telah menggagas pembangunan pusat logistik di wilayah jalur tol laut yang dinamakan Rumah Kita.
Pada tahun 2017, Pemerintah berencana akan membangun pusat logistik di 13 wilayah yaitu Pulau Nias, Mentawai, Natuna, Sangatta, Tahuna, Calabai/Dompu, Waingapu, Loweleba, Rote, Namlea, Namrole, Saumlaki, dan Manokwari. Diharapkan dengan adanya program Rumah Kita, masyarakat dapat langsung menikmati manfaat dari program tol laut sehingga harga kebutuhan bahan pokok yang ada di pulau tertinggal, terluar, terdepan dan terpencil tidak jauh berbeda dengan yang ada di pusat kota.
Berikut adalah daftar barang yang harganya turun berdasarkan data yang terdapat di beberapa wilayah yang dilalui tol laut :
1. Wilayah Tahuna : Harga beras turun 5%, terigu turun 6%, semen turun 5%
2. Wilayah Wanci : Harga beras turun 11%, terigu turun 3%, minyak turun 9%, gula turun 5%, semen turun 3%, triplek turun 11%, baja ringan turun 11%.
3. Wilayah Sabu : Harga beras turun 12%, terigu turun 7,7%, minyak goreng turun 10%, semen turun 13,8%, triplek turun 10,5%
4. Wilayah Namlea : Harga beras turun 22%, bawang merah turun 20%, gula turun 28%, minyak goreng turun 15%, terigu turun 29%, daging ayam turun 28%, telur ayam turun 49%, triplek turun 17%, semen turun 21%. (dna/dna)










































