Lantas, bagaimana cara Pemerintah Kota Bandung membangun tanpa selalu mengandalkan APBD?
"Saya menawarkan cara baru, selama ini Indonesia kota-kotanya berpikir konvensional, Indonesia terlalu slow, terlalu lama. Kalau bisa dengan KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha), uang swasta yang bangun kota, kami nyicil 15-20 tahun. Uang kami APBD enggak keganggu, tapi infrastruktur datang cepat, sehingga akselerasi ekonomi," ujar Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil usai acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (20/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ridwan, Dengan skema KPBU, proyek yang sudah masuk dalam rencana pembangunan di Bandung, contohnya LRT bisa direalisasikan dengan cepat.
"LRT kan sudah presiden lihat-lihat kemarin, lalu semua lampu di Bandung mau diganti dengan sistem yang lebih sustainable, sehingga Bandung jadi kota yang nyaman investasi," kata Ridwan.
Ia menambahkan, setiap pembangunan infrastruktur akan meningkatkan laju perekonomian. Contohnya, jalan tol Jakarta-Bandung yang secara signifikan memberikan dampak terhadap perekonomian di Bandung.
Sebab, sebelum dibangun jumlah hotel di Bandung hanya sebanyak 70, usai dibangun sampai sekarang terdapat 400 hotel.
"Di mana ada infrastruktur di situ ada akselerasi ekonomi. Tapi caranya sekarang ajak swasta," tegasnya. (hns/hns)











































