"Kowani, PKK, dan seluruh organisasi wanita bergerak bersama-sama di bulan januari 2017 yaitu tanam cabai serempak. Dulu harganya 160 ribu hari ini, sekarang turun 80% yaitu harganya 30-40 ribu per kg harganya di pasar, ini berkat seluruh organisasi wanita," ujar Mentan Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Kamis (20/4/2017).
Amran mengungkapkan hal itu dalam seminar bertema 'Peran Wanita Dalam Meningkatkan Diversifikasi Pangan Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional'. Seminar digelar di ruang rapat Komisi IV DPR, Komplek Parlemen, Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luas pekarangan kita 10 juta hektar, setiap rumah tangga tanam sepuluh batang cabai, selesai sudah masalah cabai di Indonesia," jelasnya.
Menurut Amran dengan kebijakan yang selalu berfokus terhadap petani, kedaulatan pangan bukan hal yang tabu lagi sebenarnya. Terlihat dengan refocussing anggaran dari tahun ke tahun mulai di tahun 2015 mencapai Rp 12 triliun.
"Biaya gunting pita, cat kantor, dan lainnya dihilangkan, kecuali pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan petani," ujar Amran.
Foto: Dok Kementan |
Kementerian Pertanian memastikan target lumbung pangan dunia 2045 sudah pada jalur yang tepat. Saat ini Indonesia sudah tidak mengimpor beras, bawang dan jagung.
"Tidak terlalu mempermasalahkan data, yang penting tidak impor. Jangan dimainkan data karena hidden agenda. Program ke depan mimpi kami bersama seluruh anak bangsa dan wanita tani indonesia 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," pungkasnya.
Selain itu fokus kementan yang juga menarik perhatian adalah membangun lumbung pangan di perbatasan. Bagaimana membuat wilayah perbatasan mampu menyelesaikan masalah pangan yang ada di dalam negeri bahkan yang utama juga luar negeri.
FAO bahkan heran, bagaimana Indonesia mampu kehilangan ketergantungan terhadap impor beras kepada negara tetangga belakangan ini. Hal itu terbukti dengan 0% beras impor yang masuk ke Indonesia. Kementan terus berkomunikasi dengan semua elemen masyarakat dari berbagai tingkatan demi kemajuan pertanian Indonesia dan kedaulatan pangan Nusantara
Sementara itu Ketua Komisi IV DPR Eddy Prabowo dalam sambutannya menyampaikan harapannya bahwa Indonesia nantinya mampu mandiri terhadap kebutuhan pangan kita sendiri. Eddy sempat berpesan agar semangat kartini bisa terus dibawa dan diikuti oleh para perempuan.
"Bagaimana bisa menumbuhkan pertanian, bagaimana keadaan petani-petani kita, bagaimana kita peduli terhadap itu semua,"kata Eddy
Di tempat yang sama Ketua Umum HKTI Fadli Zon menganggap wanita tani merupakan salah satu organisasi yang perlu dikembangkan untuk menunjang kedaulatan pangan. Pria yang juga menjabat pimpinan DPR ini mengganggap anggaran pertanian juga perlu ditingkatkan, karena seharusnya dengan meningkatnya anggaran diharapkan mampu menyerap tenaga pertanian dan meningkatkan produksi pertanian.
"Saya tahu keberpihakan Pak Menteri kita ini dalam soal pertanian sangat besar, sangat kuat untuk tidak impor," ungkapnya.
Acara seminar dalam rangka peringatan Hari Kartini 2017 ini merupakan kerja sama antara Komisi IV DPR dengan Wanita Tani HKTI. Selain dihadiri oleh kelompok-kelompok wanita tani binaan HKTI, hadir suga Wakil Ketua Komisi IV Titiek Soeharto dan Herman Khaeron.
Untuk diketahui Organisasi Wanita Tani Indonesia merupakan bentuk kesungguhan kaum hawa yang ingin ikut berperan aktif untuk kemajuan pertanian Indonesia. Organisasi di bawah HKTI ini mendorong adanya diversifikasi pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selain itu, organisasi yang diketuai oleh Onny Jafar Hafsah ini menawarkan strategi pembangunan pangan dalam menuju ketahanan pangan di nusantara. (ega/hns)












































Foto: Dok Kementan