Jokowi Beberkan Cara Atasi Ketimpangan di RI

Jokowi Beberkan Cara Atasi Ketimpangan di RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 22 Apr 2017 15:46 WIB
Jokowi Beberkan Cara Atasi Ketimpangan di RI
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah telah menerbitkan kebijakan pemerataan ekonomi yang tujuannya untuk mengatasi ketimpangan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya saat membuka peresmian Kongres Ekonomi Umat (KEU) 2017 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Jokowi menuturkan, KEU 2017 ini juga sejalan dengan keinginan pemerintah dalam mengatasi ketimpangan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya beberapa kali bertemu dengan ketua MUI beserta jajaran pengurus, berkaitan dengan keekonomian rakyat dan berkaitan dengan keekonomian umat," kata Jokowi.

Dalam menciptakan keekonomian rakyat, Jokowi menyebutkan, pemerintah akan merealisasikannya dengan program redistribusi aset dan reforma agraria, serta kemitraan.

"Saya hanya ingin sedikit bercerita mengenai beberapa aset besar yang dulunya dimiliki dan dikuasai asing, misalnya Blok Mahakam yang dulunya dimiliki oleh Jepang, pada tahun lalu sudah diambil alih pemerintah dan diberikan kepada Pertamina," jelasnya.

Dari program tersebut, kata Jokowi, lahan-lahan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kecil, sebagai modal atau akses mendapatkan pembiayaan.

"Saya hampir setiap minggu ada di daerah, masuk kampung, saya tahu betul yang diinginkan oleh ekonomi di bawah, oleh petani, petambak kecil, nelayan kecil agar mereka bisa mendapatkan ekonomi dengan baik," kata dia.

Oleh karenanya, dengan kebijakan pemerataan ekonomi melalui redistribusi aset, reforma agraria dan kemitraan bisa menjadi solusi bagi pemerintah dalam mengatasi ketimpangan.

"Makanya kita terbitkan kebijakan pemerataan ekonomi, 2 hal besar pertama redistribusi aset dan reforma agraria, dan yang kedua kemitraan," jelasnya.

Selain itu, Jokowi juga berharap pada KEU 2017 menghasilkan masukan-masukan atau pemikiran baru untuk pemerintah dalam mengatasi ketimpangan di Indonesia.

"Ini juga kami mohon agar dibahas agar kami dapat masukan uang detail sehingga kami tinggal panggil putuskan, dan laksanakan. Kami tunggu masukan untuk kepentingan rakyat," tukasnya.

Turut hadir mendampingi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Wakim Menteri Keuangan Mardiasmo, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara. Terlihat juga pengusaha sekaligus pemilik CT Corp Chairul Tanjung, dan pengusaha sekaligus pemilik Medco Group Arifin Panigoro. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads