Budi memperkirakan dengan adanya rute pelayanan peti kemas tersebut maka akan ada penghematan biaya pengiriman barang ke AS hingga 30%. Sebab sebelum adanya kapal milik CMA-CGM itu, pengiriman barang dari RI ke AS harus melalui pelabuhan di Singapura.
"Dengan adanya kenaikan dari pada besarnya kapal ini maka tercapailah tingkat efisiensi yang baik. Dari segi harga diharapkan ada satu cut 20-30%," tuturnya di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (23/4/2017).
Foto: Rengga Sancaya |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Pelindo II |
Baca juga: Ada 17 Kapal Raksasa, Bersandar di Priok Tiap Minggu
Dengan meningkatnya daya saing Tanjung Priok, Budi memberi target kepada PT Pelindo II selaku operator untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di Tanjung Priok menjadi 12 juta TEUs di 2019.
"Internasional sudah tapi secara rill memang harus dibuktikan dengan jumlah barang yang di manage. Sekarang sudah capai 6 juta TEUs, kami berikan target kepada Pelindo II untuk capai 20 juta TEUs. Dengan harapan ongkos logistik bisa murah," tukasnya. (mkj/mkj)












































Foto: Rengga Sancaya
Foto: Dok. Pelindo II