Hitung-hitungan Pengusaha Setelah Ada Kapal Raksasa

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Senin, 24 Apr 2017 15:05 WIB
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Kapal raksasa 8.500 TEUS merapat di Pelabuhan Tanjung Priok. Pengusaha berharap kehadiran kapal raksasa bisa memangkas ongkos angkut dan bongkar muat barang ke Amerika Serikat (AS)

Sebab, kapal tersebut berukuran besar dan akan ada 17 kapal raksasa yang singgah di Tanjung Priok.

"Kita harapkan ongkos angkut dengan kapal ini bisa turun dan biaya bongkar muat di pelabuhan bisa turun," ujar Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Ilham Masita, kepada detikFinance, Senin (24/42017).

Berapa besar penurunan yang diharapkan?

Zaldy menjelaskan, ongkos angkut barang ke AS sekitar US$ 100-200 per kontainer, dan biaya bongkar muat sekitar US$ 90-120 per kontainer.

"Kita harapkan ongkos angkut turun 20%, bongkar muat turun 10%, itu bagus," kata Zaldy.

Selain itu, Zaldy berharap ongkos angkut dan bongkar muat di Tanjung Priok bisa dikonversi ke rupiah. Sehingga pengusaha membayar memakai tarif rupiah.

"Sekarang tarifnya dolar, bayar pakai rupiah. Kita mau tarifnya rupiah bayar pakai rupiah," kata Zaldy.

Sebagai informasi, CMA-CGM selaku perusahaan pemilik kapal sudah menyiapkan 17 kapal untuk melayani dengan sistem weekly call atau sandar minggu secara rutin. Kapal ini akan melayani rute Jakarta-Laem Chabang (Thailand)-Cai Mep (Vietnam)-Los Angeles-Oakland.

Seluruh kapal yang dikerahkan oleh CMA CGM itu memiliki kapasitas rata-rata hingga 8.500 TEUs dengan servis yang diberi nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services atau disingkat JAX Services. (hns/mkj)