RI-Cina Sepakat Dorong Volume Perdagangan Hingga US$ 20 M
Senin, 25 Apr 2005 14:52 WIB
Jakarta -
Selain sepakat mengimplemantasikan hasil KAA, pemerintah RI dan Cina juga sepakat meningkatkan volume perdagangan hingga 20 miliar dolar AS.Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Hu Jintao dalam joint statement-nya di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, (25/4/2005). "Kedua negara sepakat mendorong volume perdagangan yang terjalin tiga tahun terakhir ini bisa mencapai nilai 20 miliar dolar AS," kata Hu Jintao.Selain itu, RI dan RRC juga sepakat meningkatkan kerjasama di bidang investasi, pertanian, energi dan ekonomi. Berkenaan dengan bantuan bagi daerah terkena bencana alam, Hu Jintao menyatakan, pemerintahnya telah memutuskan menyediakan bantuan hibah sepesar 30 juta remimbi yen. Khusus untuk Nias, RRC memberikan bantuan uang tunai sebesar 1,5 juta dolar AS dan bantuan logistik senilai 50 ribu dolar AS."Bantuan berupa barang ini sudah dibawa pesawat khusus saya ke Jakarta. Sebentar lagi akan kami serahkan untuk dibagikan langsung pada korban bencana alam," katanya.Untuk pembangunan rekonstruksi di Aceh, RRC akan menambahkan konsensional loannya sebesar 300 juta dolar AS. Sebelumnya Cina sudah menyampaikan konsensional loan sebesar 400 juta dolar ASDalam pernyataan tersebut, Presiden SBY juga menilai kunjungan kenegaraan Presiden RRC Hu Jintao menandai tonggak sejarah baru hubungan RI-RRC. Kedua negara sepakat melangkah lebih jauh."Terutama dalam mengimplementasikan komitmen kerjasama regional dan internasional dalam bentuk strategic partner hasil KAA," kata SBY. Hal senada juga disampaikan Hu Jintao. Menurutnya, dalam kondisi multipolarisasi dunia dan globalisasi ekonomi saat ini, RI-RRC sama-sama punya peluang untuk berkembang sambil menghadapi tantangan yang berat.Kemitraan strategis yang terjalin bukan hanya mencerminkan hubungan dua negara memasuki tahapan yang baru tapi juga akan berpengaruh positif pada hubungan Cina dengan ASEAN dan solidaritas negara-negara asia.RRC, lanjutnya, menginginkan kerjasama lebih erat dengan negara-nehara di ASEAN untuk bersama-sama menghadapi tantangan, memperdalam hubungan kemitraan strategis dan berupaya sekuatnya mendirikan orba internasional dalam bidang politik dan ekonomi yang adil dan rasional.
(umi/)










































