Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Wijaya, mengatakan selain fasilitas yang memang kurang memadai, kondisi buruknya pelabuhan tempat sandar nelayan ini juga diakibatkan perilaku buruk orang yang ada di situ seperti menempatkan ikan di lantai, kaki bercampur lumpur, sampai membuang sampah dan merokok sembarang tempat.
Untuk mengubah perilaku buruk tersebut, kata Sjarief, pihaknya menjajaki kerjasama dengan instansi seperti Marinir untuk menegakkan kedisiplinan di area pelabuhan ikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang jajaki kerjasama dengan Marinir masuk ke pelabuhan, tujuannya supaya bisa meletakkan kedisiplinan seperti jangan letakkan ikan sembarangan, jadi kita ubah perilaku dulu. Kita coba membentuk perilaku yang baik," tambahnya.
Menurutnya, saat ini kerjasama dengan Marinir sudah dilakukan di Pelabuhan Nizam Zachman (Muara Baru), dan dimungkinkan untuk diterapkan di pelabuhan nelayan lain. Diungkapkannya, saat ini untuk penempatan Marinir di pelabuhan ikan lain sifatnya masih penjajakan.
"Pelan-pelan, nanti ke semua, sementara coba yang dikelola pusat, yang sudah di Pelabuhan Nizam. Ini kan mengajak ayo hormati nelayan, selama ini stereotipnya pelabuhan itu jorok dan baju seadanya, boleh mimpi enggak nelayan kita suatu saat bisa seperti ini," tutur Sjarief sembari menunjukan gambar penampilan nelayan Jepang dalam presentasinya.
Diakuinya, meski sulit, mengubah image buruk pelabuhan nelayan yang sudah puluhan tahun bukan hal mustahil. Menegakkan kedisiplinan dengan bantuan Marinir hanya salah satunya.
"Kita coba adopsi dari pihak luar yang memang menerapkan kedisiplinan. Ingat 10 tahun lalu KRL kumuh dan jorok, banyak orang naik ke atap. Akhirnya bisa berubah kalau bener-benar dilakukan konsisten dan lama, bukan persoalan pakai tentara, enggak ada salahnya meniru," ucap Sjarief.
Sementara untuk pelabuhan yang dikelola Pemda, sambungnya, salah satu yang bisa diupayakan yakni menempatkan Syah Bandar dari KKP di sana. Tujuannya untuk melakukan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan perikanan UPT Daerah.
"Kita sedang latih 200 Syah Bandar untuk seluruh Indonesia, saat ini kan jumlah Syah Bandar ada 160 orang yang kita miliki. Berarti akan nambah menjadi 360 orang. Ini kita targetkan akan ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan ikan di daerah, jadi Syah Bandar di daerah yang ditempatkan pusat di sana," pungkas Sjarief. (idr/ang)











































