"Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Luwu Utara telah menjadi dinas yang berdiri sendiri. Hal ini merupakan upaya agar pembangunan sektor peternakan lebih dapat ditingkatkan dan dikembangkan," ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Rabu (26/4/2017)
Pengalaman selama ini menunjukkan sektor peternakan memegang peranan yang sangat strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional. Peran sektor peternakan antara lain sebagai penyedia konsumsi protein hewani asal ternak, berperan dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak dan untuk peningkatan ketahanan pangan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada acara yang sama, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menjelaskan Luwu Utara memiliki populasi 27.963 ekor ternak sapi. Ada 6.779 ekor jantan dan 10.111 ekor betina produktif atau akseptor yang potensi untuk dilakukan inseminasi buatan.
Untuk 2017 Luwu Utara mendapat target akseptor 7.843 ekor dan kebuntingan sebanyak 6.000 ekor. Target tersebut optimistis bisa tercapai karena hingga Maret, sebanyak 1.486 ekor telah dilakukan inseminasi buatan, 1.289 ekor bunting serta kelahiran 613 ekor.
Indah juga menyampaikan keberhasilan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) ditentukan oleh ujung tombak di lapangan, yaitu petugas inseminasi buatan (IB) dan penyuluh setempat. Jumlah petugas IB di Luwu Utara sebanyak 31 orang yang terdiri dari 15 PNS dan 16 Non PNS/sukarela.
"Jumlah tersebut masih sangat minim untuk menjangkau semua wilayah yang ada di Luwu Utara," papar Indah.
Dalam kunjungannya ke Luwu Utara ini, Amran juga memberi bantuan berupa combain threser dan termos Inseminasi Buatan. Amran berharap festival serupa bisa berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang. (ega/hns)











































