Saat ini, Amran tengah melakukan panen jagung di Desa Tobadak Satu, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Dia menyebutkan, dengan tanaman yang terintegrasi akan membuat Indonesia berdaulat.
"Integrasi sawit-jagung ini kalau ini dilakukan semua, negara kita akan kuat, dan di timur ini menjadi yang pertama," kata Amran di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (27/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu bantuan 13 ribu hektar, sekarang kalau bisa menjadi 20 ribu sampai 30 ribu hektar," tambahnya.
Tidak hanya itu, kata Amran, Kementerian Pertanian juga akan memberikan bantuan berupa 10 pompa air dan 10 traktor. Amran juga meminta keterlibatan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) ikut mengelola setidaknya 1.000 hektar lahan terintegrasi antara jagung dengan sawit.
"Agar dia bisa cari pendapatan sendiri, kerja dapat uang dengan hasil keringat sendiri, minta ke perusahaan tanami yang integrasi," tambahnya.
Amran meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Mamuju Tengah untuk segera melaporkan permohonan terkait dengan pencairan bantuan yang telah dijanjikan.
"Ada 2 daerah yang belum datang kiriman karena belum kirim permohonannya, ini harus dimohon, 30 ribu hektar itu nilainya Rp 60 miliar," tukasnya. (mkj/mkj)











































