Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) program nawacita terus dilakukan. Dari total 849,76 kilometer (km) jalan paralel perbatasan di Kalbar, hingga akhir 2017 ada sepanjang 742,4 km yang akan dibuka jalurnya.
"Sisanya sekitar 107,3 km yang belum dibuka. Kita targetkan akhir tahun 2018 sudah bisa dibuka 100% dan fungsional," ungkap Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan BBPJN XI, Refly Tangkere, saat meninjau jalan paralel, Entikong, Rabu (26/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Satker Paralel Perbatasan Kalbar Nanga Badau-Entikong-Aruk-Temajuk, Asep Syarip, mengatakan pembangunan jalan paralel perbatasan melibatkan pihak TNI Angkatan Darat (AD) untuk bisa membuka jalan.
"Kami bekerja sama dengan TNI AD untuk terus membuka jalan paralel ini," ungkap Asep.
Proyek pembangunan jalan paralel tersebut, melingkupi pekerjaan jalan paralel perbatasan Kalbar sepanjang 849,76 kilometer (km) yang terbagi dalam 12 koridor ruas.
Koridor-koridor tersebut yaitu Temajuk-Aruk (90 km), Aruk-Seluas (78 km), Seluas-Entikong (84 km), Entikong-Rasau (99 km), Rasau-Sepulau-Sintang (99 km), Sintang-Nanga Badau (43 km). Kemudian Nanga Badau-Lanjak (46 km), Lanjak–Mataso (26 kilometer), Mataso-Tanjung Kerja (56 km), Tanjung Kerja-Putussibau (37,84 km), Putussibau-Nanga Era (37 km), Nanga Era-Batas Kalimantan Timur (158 km). (dna/dna)











































