Program nawacita atau melakukan pembangunan merata dari wilayah terdepan Indonesia terus dilakukan pemerintah. Salah contohnya, ialah membangun jalan paralel di wilayah perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar).
Jalan paralel sendiri, merupakan jalan yang dapat menghubungkan jalur perbatasan, yang dibuat sejajar dengan garis perbatasan Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalbar.
Kali ini, detikFinance mencoba menembus jalan paralel dengan rute Entikong menuju Rasau 2 bersama dengan rombongan Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian PUPR. Jalan yang dilalui berjarak sekitar 140 kilometer (km).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan Paralel Perbatasan Entikong-Rasau 2 (Foto: Fadhly Fauzi Rachman) |
Berangkat sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan yang menggunakan sembilan mobil 4WD harus melalui banyak rintangan untuk sampai tujuan. Mulai dari menikmati jalan mulus beraspal, kemudian jalan tanah, lalu kembali lewat jalan aspal, hingga masuk ke tanah lagi, begitu seterusnya.
Sebenarnya di sepanjang rute itu baru terdapat lima titik lokasi jalan yang telah dilapisi aspal. Jika di total, panjangnya baru mencapai sekitar 26,6 km. Jadi, wilayah jalan yang sudah dilapisi aspal terpisah menjadi lima bagian.
"Baru ada lima titik yang sudah diaspal, titik pertama sepanjang 7,5 km, kedua 5,7 km. Lalu 6 km, selanjutnya 4,7 km dan terakhir 2,7 km. Sisanya masih jalan tanah, kerikil. Mudah-mudahan secepatnya sudah diaspal khususnya daerah perkampungan," ungkap Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan BBPJN XI, Refly Tangkere, saat meninjau jalan paralel, Entikong, Kamis (27/4/2017).
Tak mudah untuk bisa membuka jalan paralel tersebut. Kementerian PUPR menggandeng Batalyon Zeni TNI-AD, agar bisa lebih cepat membuka jalan yang tadinya merupakan kawasan hutan rimbun di pedalaman.
Jalan Paralel Perbatasan Entikong-Rasau 2 (Foto: Fadhly Fauzi Rachman) |
Tampak saat perjalanan, pengerjaan pengembangan ruas jalan juga masih terus dilakukan. Di beberapa titik pedalaman, alat berat digunakan untuk meratakan tanah agar bisa menyerupai jalan. Hasilnya, hamparan tanah yang cukup luas di dalam hutan sudah bisa dilalui oleh kendaraan.
Setelah menempuh sekitar 6 jam perjalanan, rombongan akhirnya tiba di lokasi pukul 14.30 WIB. Perjalanan berhenti di Camp Yonzipur Zeni TNI-AD. Di sana beberapa ruas jalan masih berupa tanah merah, dengan luas yang cukup lebar.
Berdasarkan data, jalan nasional di wilayah Kalbar ada sepanjang 2.117 km, termasuk sekitar 200 km jalan paralel. Sementara itu, jalan khusus paralel perbatasan diketahui hampir 650 km, sehingga total jalan paralel jika digabungkan dengan yang berstatus nasional menjadi sekitar 849,76 km.
Salah satu kendala dalam membuka jalan paralel ialah karena terdapat beberapa titik wilayah yang berstatus hutan lindung. Namun hal itu akan segera diatasi dengan bantuan pemerintah pusat. Pembangunan kawasan perbatasan sebagai beranda depan negara menjadi program prioritas Kementerian PUPR. (ang/ang)











































Jalan Paralel Perbatasan Entikong-Rasau 2 (Foto: Fadhly Fauzi Rachman)
Jalan Paralel Perbatasan Entikong-Rasau 2 (Foto: Fadhly Fauzi Rachman)