Walau jalan paralel itu belum sepenuhnya terbuka, namun telah ada sejumlah masyarakat yang sudah mendapatkan manfaat dari jalan yang menembus berbagai jalur tersebut. Salah satu yang mendapat manfaat ialah warga desa pedalaman, di Kecamatan Ketungau Tengah.
Salah seorang warga desa bernama Yovet mengatakan, warga desa mendapatkan banyak manfaat dengan adanya jalan paralel ini. Salah satu manfaatnya ialah pada masalah perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu masyarakat masih pakai jalan setapak, kemudian ada sungai di dusun khusus untuk jalan kaki, baru bisa turun ke kecamatan. Itu kalau pakai perahu untuk ke kecamatan butuh 60 liter minyak, harganya sekitar Rp 10 ribu/lite. Jadi Rp 600 ribu sekali perjalanan pulang-pergi," terang Yovet.
Jalan Paralel Perbatasan RI-Malaysia Foto: Fadhly Fauzy Rachman. |
Namun setelah menggunakan jalan paralel ini, warga hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih untuk bisa sampai ke lokasi yang sama.
"Sekarang hanya 20 liter pakai kendaraan darat, itu juga enggak habis. Masih sisa, Jadi jauh lebih murah. Kalau sekarang bisa berapa kali dalam sehari, tergantung cuaca juga," ujarnya.
Selain masalah ongkos, Yovet juga mengatakan barang-barang produksi warga desa, seperti komoditas pangan bisa mudah dijual di pusat perdagangan, yang berjarak cukup jauh dari desa.
"Hasil pertanian masyarakat sudah agak lancar. Hasil tani daerah sini lada. Jadi jual di pasar luar lebih gampang. Kalau sekarang malah bisa ke Balai Karangan, katanya
Oleh karena itu, Yovet mengatakan, bahwa warga desa sangat mendukung pembangunan jalan paralel perbatasan ini dibangun. Ia pun berharap, supaya jalan paralel yang saat ini telah tersedia bisa terus ditingkatkan kualitasnya.
"Untuk warga di sini kami sangat vital, terutama untuk masalah perekonomian. Jadi saat ini sangat terasa bagi masyarakat, khususnya desa. Mudah-mudahan ada peningkatan, atau bahkan jalan bisa di aspal," tutupnya. (dna/dna)












































Jalan Paralel Perbatasan RI-Malaysia Foto: Fadhly Fauzy Rachman.