Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden Jokowi pada kedua KTT kerja sama sub regional tersebut, mengatakan bahwa konektivitas merupakan bentuk kerjasama yang konkret bagi negara-negara anggota BIMP-EAGA.
"Peluncuran Ro-Ro Davao - General Santos - Bitung merupakan implementasi konkret kerja sama BIMP - EAGA," kata Retno dalam keterangan tertulis, Minggu (30 April 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga menyinergikan antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jadi betul-betul merupakan suatu kerja sama yang sifatnya sangat konkret," kata Retno.
Di dalam pertemuan BIMP-EAGA yang dihadiri Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Jokowi, Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak dan Presiden Filipina Duterte itu, disepakati adanya dokumen BIMP-EAGA Vision (BEV) 2025.
Dokumen ini, ucap Retno, akan menjadi panduan dan arah kerja sama BIMP-EAGA sampai tahun 2025. BIMP-EAGA ini akan menjadi building block bagi penguatan kerja sama ASEAN dan dapat mendukung upaya untuk menjadikan ASEAN tetap relevan.
"Karena ini sangat dekat dengan rakyat di wilayah-wilayah perbatasan terutama, oleh karena ini building block ini akan sangat mendukung kerja sama ASEAN, termasuk di antaranya dalam konteks ASEAN Community," tutur Retno.
Retno juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi dalam forum tersebut menyampaikan bahwa peluncuran BEV 2025 ini akan mendorong peningkatan proyek investasi pada dua koridor ekonomi yang ada yaitu koridor West Borneo dan juga koridor Greater Sulu - Sulawesi Economic Coridor.
Retno menambahkan bahwa Indonesia telah memasukkan 16 proyek infrastruktur dalam dokumen tersebut antara lain pembangunan jalan di Tanjung Selor, Pontianak, Entikong, Manado-Bitung, Balikpapan-Samarinda; kemudian juga proyek pembangunan rel kereta api Makassar - Pare-pare; pembangunan pelabuhan Manado, Bitung, Makassar; pembangunan terminal internasional di Kalimantan Barat; dan juga proyek tenaga listrik di Kalimantan Utara.
"Kita melihat bahwa kerja sama ini sangat potensial. Karena pertumbuhan ekonomi di wilayah ini misalnya rata-rata per tahun itu tumbuhnya 6,4%, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ASEAN 4,7%," ucap Retno. (dna/dna)










































