GM Tarik 2 Juta Produksinya
Selasa, 26 Apr 2005 10:09 WIB
Jakarta - General Motors Corp, salah satu pabrikan kendaraan bermotor terkenal menarik sekitar 2 juta kendaraan yang diproduksinya. Penarikan 2 juta kendaraan itu termasuk sebanyak 1,5 juta mobil sport dan truk pick up yang bermasalah dengan sabuk pengamannya.GM Corp dalam pernyataan resminya seperti yang dikutip kantor berita AP, Selasa (26/4/2005) menyatakan, penarikan kendaraan itu untuk menghindarkan korban dari konsumennya akibat masalah pada kendaraan tersebut.Sejumlah kendaraan yang ditarik antara lain sebanyak 1,48 juta kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) dan pickup yang merupakan model terbaru yang diproduksi antara tahun 2003-2005. Kendaraan itu antara lain jenis Chevrolet Silverado, Suburban, Tahoe, Avalanche, Cadillac Escalade, Escalade ESV, Escalade EXT, GMC Sierra Crew Cab, Yukon XL, Yukon dan Hummer H2s.Penarikan produksi kendaraan yang dilakukan oleh GM Corp kali ini adalah yang terbesar yang pernah dilakukan oleh industri otomotif di dunia selama ini. Akibat penarikan tersebut diperkirakan GM Corp akan mengalami kerugian yang sangat besar. Pada kwartal pertama tahun ini saja GM Corp sudah kehilanngan US$ 1,1 miliar. Ini merupakan kerugian terbesar yang dialami industri otomotif dalam beberapa dekade ini.GM Corp telah menyiapkan dana cadangan, termasuk menjamin biaya kesehatan bagi pekerjanya serta pegawai agen penjualan pasca penarikan tersebut. Penarikan kendaraan GM Corp itu, menurut juru bicara Alan Adler karena adanya masalah pada sabuk pengaman pada kendaraan SUV dan pick up. Sabuk pengaman tersebut sangat tidak nyaman jika dipakai oleh anak-anak karena saat dipakai sabuk pengaman itu tepat mengenai perut atau abodemen pengendaranya sehingga dapat membahayakan penumpangnya. Selain itu juga, akan mengurangi proteksi bagi penumpang jika terjadi tabrakan atau kecelakaan.Direktur Ekskutif GM Corp Bob Lange mengatakan, perbaikan sabuk pengaman tersebut adalah hal utama yang haru dilakukan. "Komitmen kami adalah mengutamakan keselamatan penumpang dan pengendara," katanya.
(mar/)











































