Rokok, Listrik, Hingga Tarif Pulsa Jadi Penyebab Inflasi April

Rokok, Listrik, Hingga Tarif Pulsa Jadi Penyebab Inflasi April

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 02 Mei 2017 11:58 WIB
Rokok, Listrik, Hingga Tarif Pulsa Jadi Penyebab Inflasi April
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Inflasi terjadi pada April 2017, tipis sebesar 0,09%. Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, memang terlihat lebih tinggi, karena April 2016 terjadi deflasi.

Penyebab inflasi April adalah penyesuaian tarif listrik kelompok 900 VA yang sebanyak 18,7 juta pelanggan. Andilnya terhadap inflasi adalah 0,20%.

"Adanya penyesuaian tarif listrik untuk 900 VA yang tadinya subsidi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyumbang inflasi lainnya adalah dari kelompok makanan jadi, yaitu sebesar 0,12% dan andil 0,02%. Pendorong utamanya ada dari rokok kretek dan kretek filter dengan andil 0,01%.

"Kelompok sandang, mengalami inflasi 0,49%, tapi andilnya hanya 0,03. Ini terjadi karena kenaikan harga emas atau perhiasan seiring harga pasar internasional," terangnya.

Di samping itu juga ada kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, tarif pulsa hingga angkutan udara. Khusus untuk tarif angkutan dipengaruhi oleh banyaknya libur nasional pada akhir pekan alias long weekend.

"Kenaikan tarif udara, kenaikan bensin dan pulsa ponsel memiliki andil 0,01%," tegas Suhariyanto.

Untungnya, harga bahan pangan berhasil dikendalikan. Sehingga mampu menahan laju inflasi secara nasional. Kelompok bahan makanan mengalami deflasi 1,13%, dengan andil deflasi 0,24%.

"Ada beberapa komoditas yang pertama penurunan harga cabai merah dan rawit, andilnya -0,09%, lalu penurunan bawang merah andilnya -0,08%, lalu ada beberapa komoditas yang masing-masing andilnya -0,01% seperti daging sapi dan ikan," jelasnya

Bahan makanan yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih yang memberikan andil 0,03%, daging ayam ras dan tomat andilnya 0,02% dan beberapa kelompok buah-buahan.

"Kenaikan bawang putih perlu diwaspadai karena andilnya 0,03%," imbuhnya.

(mkj/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads