Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengatakan dari sisi produksi, pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi yang paling tinggi.
"Hanya sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi, karena penurunan produksi harian gas alam, minyak mentah, dan kondensat," kata Kecuk, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (5/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sektor transportasi juga dikarenakan penambahan rute perjalanan dan armada angkutan rel dan angkutan udara," tambahnya.
Sedangkan dari sisi komponen, lanjut Kecuk, konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) masih menjadi sektor yang paling besar berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Kecuk menyebutkan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93% di kuartal I-2017. Sedangkan PMTB tumbuh 4,81%.
"Komponen pengeluaran, ekonomi kita masih tergantung konsumsi rumah tangga 56,94%, lalu PMTB 31,56% jadi dua sektor ini saja sudah menyumbang sekitar 88% terhadap PDB," ungkapnya.
Komponen pengeluaran lainnya, seperti ekspor juga alami pertumbuhan yang positif 8,04%, lalu konsumsi pemerintah yang berada di level 2,71% atau agak melambat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Perlambatan konsumsi pemerintah dikarenakan adanya pertumbuhan belanja barang dan belanja pegawai.
Untuk impor, tumbuh positif 5,02% setelah pada kuartal I-2016 mengalami kontraksi. Peningkatan juga terjadi pada komponen konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) 5,02% yang dikarenakan adanya kegiatan Pilkada.
"Tapi terhadap PDB masih kecil hanya 1,19%, pertumbuhan LNPRT ini karena adanya kegiatan Pilkada," tukasnya. (wdl/wdl)











































