Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Mei 2017 18:37 WIB

Orang Kaya Tak Banyak Belanja Barang Mewah di Awal Tahun

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: rengga sancaya
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi barang mewah kelas atas pada kuartal I-2017 alami penurunan drastis. Dilihat dari pembelian barang mewah yang terkontraksi 21,39% dibandingkan yang sebelumnya berada di level positif 8,80%.

Barang mewah yang menjadi konsumsi masyarakat kalangan atas ternyata terkena dampak program pengampunan pajak alias tax amnesty dan tingginya pajak dari barang mewah.

"Kelompok atas itu karena tax amnesty, karena yang pertama mereka yang ikut tax amnesty harus membayar pinalti yang cukup lumayan, meskipun tarif pajaknya rendah, sehingga menahan konsumsi," kata Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

"Lalu karena mahalnya pajak barang mewah, jadi menahan untuk tidak membeli dulu dan ekonomi juga masih belum bagus masih flat saja, buat yang punya usaha menahan dulu," tandasnya.


Selain itu, BPS juga mencatat pembelian mobil di atas 1.500 CC mengalami perlambatan 3,77%. Sementara kuartal I-2016 penjualannya tumbuh 14,76%.

Seperti diketahui, konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2017 dipastikan tumbuh namun tidak setinggi pertumbuhan di periode yang sama tahun 2016. Konsumsi rumah tangga pada tiga bulan pertama sebesar 4,93% sedangkan di 2016 sebesar 4,97%.

(mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com