Follow detikFinance
Minggu 07 May 2017, 15:06 WIB

Menaker: Karakter Jadi Modal Bersaing di Dunia Kerja

Suci Rizqi Lestari - detikFinance
Menaker: Karakter Jadi Modal Bersaing di Dunia Kerja Foto: Dok. Kemenaker
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menilai persaingan di dalam dunia kerja semakin ketat. Untuk dapat memenangkan persaingan di dunia kerja, karakter mental seseorang menjadi modal utama.

"Orang mau sekolah maupun bekerja harus bersaing. Di dunia kerja karakter itu menjadi modal utama agar anak-anak kita bisa dan siap bersaing," kata Hanif dalam keterangan tertulis, Minggu (7/5/2017).

Hanif mengatakan hal itu saat menghadiri haul ke-23 KH Asrori Ahmad dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, Wonosari, Tempuran, Kabupaten Magelang, Sabtu (6/5/2017) malam.

Menurut Hanif pesantren sebagai penyelenggara pendidikan tertua di Indonesia terbukti mampu mencetak kader-kader terbaik bangsa. Mereka memiliki iman yang kuat dan tekad baja menjaga dan memakmurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya percaya anak-anak pesantren tidak akan pernah kalah bersaing, karena anak-anak pesantren itu bukan hanya dididik soal ilmu, tetapi yang paling kunci adalah dididik mengenai akhlak, adab dan budi pekerti. Lebih lagi, anak-anak pesantren ini adalah pewaris para ulama NU yang menjadi pahlawan kemerdekaan bangsa ini,"katanya.

Menurut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, karakter mental merupakan barang mahal, susah waktu prosesnya dan susah dicetaknya. Di pesantren karakter mental dibangun tidak saja dari internalisasi nilai-nilai yang diajarkan Kitab Kuning, juga dari tauladan keseharian yang dipraktekkan para ulama/kiai pengasuhnya.

"Untuk bisa mengelas, saya jamin tiga hingga enam bulan bisa jago mengelas di Balai Latihan Kerja", tuturnya.

Kepada masyarakat, menteri yang lahir dari keluarga TKI ini mengimbau agar tidak perlu berkecil hati jika memasukkan anak ke pesantren. Kemenaker juga membantu pesantren dengan sejumlah pelatihan untuk membantu alumni santri agar mempunyai keterampilan tertentu seperti keterampilan mengelas, otomotif dan teknologi informasi.

"Mudah-mudahan dengan semakin yakin pada pesantren maka hidup kita menjadi berkah. Lulusan pesantren semakin diakui banyak kalangan," ungkap menteri lulusan pesantren Al-Muayyad Solo dan pesantren Edi Mancoro Salatiga ini.

Ia menuturkan bahwa sekarang jarak antara yang kaya dan yang miskin masih cukup lebar. Meski begitu pemerintah sekarang bekerja keras dan lebarnya kesenjangan sosial itu makin menurun walaupun belum sesuai harapan.

"Di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, jumlah orang miskin, Alhamdulillah, menurun terus setiap tahunnya. Jumlah pengangguran juga menurun. Memang belum sempurna, dan karenanya pemerintah terus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Hanif.

Ia mengatakan untuk menyelesaikan perkara-perkara tersebut tentu tidak semudah membalik tangan. Pemerintah melakukan yang terbaik untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial dan juga mengurangi pengangguran.

"Ibarat bangunan, Pemerintahan Pak Jokowi ini sudah membangun pondasi yang kokoh. InsyaAllah dengan kerjasama yang makin luas antara pemerintah dan pesantren, akan mampu mempercepat terwujudnya kemakmuran bagi seluruh rakyat", harapnya

Turut hadir dalam kegiatan ini, diantaranya KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), KH. Said Asrori, KH. Tadzkir Mansur, KH. Zuhri Maksum dan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa H. Abdul Kadir Karding serta ribuan santri dan masyarakat Magelang. (ega/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed