SBY: Pengrajin Harus Better, Cheaper dan Quicker

SBY: Pengrajin Harus Better, Cheaper dan Quicker

- detikFinance
Rabu, 27 Apr 2005 13:38 WIB
Jakarta - Presiden SBY meminta agar pengrajin menerapkan 3 prinsip yakni better, cheaper dan quicker. Jika tidak, maka Indonesia akan sulit membangun ekonomi berbasis kekuatan dari dalam karena kalah dalam daya saing. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu disampaikan dalam pembukaan 7th Jakarta International Handycraft Trade Fair Inacraft 2005 di JHCC, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (27/4/2005)Menurut SBY, jika pengrajin tidak menerapkan 3 prinsip tersebut diatas, maka tidak mustahil pengrajin Indonesia dieksploitasi pemilik modal yang menguasai jalur bisnis perdagangan internasional. Dalam kesempatan itu SBY juga mengingatkan soal proteksi Hak atas Kekayaan Intelektual dalam desain dan merek pengetahuan tradisional seperti motif dan ukir-ukiran karena merupakan warisan budaya bangsa. Menurut SBY, para pengusaha semestinya tidak hanya sekadar mengekspor bahan mentah yang tidak punya nilai tambah apapun."Apalah artinya mengekspor kayu gelondongan yang harganya ditentukan oleh berat dan panjang kayu. Namun akan berbeda halnya jika kayu itu telah diukir menjadi karya seni yang berharga tinggi dan punya daya saing," ujar SBY.SBY menilai, selama ini para pengrajin bekerja siang dan malam, namun penghasilan tetap kecil sehingga tidak pernah menikmatinya. "Kita tidak mungkin mengandalkan sektor migas karena cadangan kian menipis. Mari bergeser ke non migas. Harus ada upaya bersama antara pemerintah, Gubernur dan walikota menjadi sales person yang baik, mendorong UKM dan pengrajin karena bangsa kita kurang pandai dalam promosi dan pedagang terutama kerajinan," papar SBY. Lebih jauh SBY menceritakan soal delegasi dan ibu-ibu kepala negara dalam Konferensi Asia Afrika yang jumlahnya mencapai 1500 orang dan banyak yang memborong kerajinan Indonesia. "Itu artinyanya karya seni Indonesia dikagumi dan dicintai masyarakat mancanegara. Ini jangan disia-siakan. Tinggal kita galakkan promosi dan marketing, karena bisa mengurangi pengangguran dan kemisikinan dan daya beli masyarakat akan naik," demikian SBY. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads