Ical: Pertumbuhan 6,6 Persen Tak Mampu Turunkan Pengangguran
Rabu, 27 Apr 2005 13:44 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menyatakan, sasaran laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6 persen diperkirakan tidak akan mampu menurunkan tingkat pengangguran menjadi 5,1 persen pada 2009 jika kemampuan penyerapan tenaga keraja dari pertumbuhan ekonomi merosot."Pengalaman belakangan ini setiap 1 persen pertumbuhan hanya mampu menyerap sekitar 200 ribu kesempatan kerja baru. Jika hal ini berlanjut sasaran laju pertumbuhan sebesar 6,6 persen tidak akan mampu menurunkan tingkat pengangguran menjadi 5,1 persen pada tahun 2009," kata Aburizal Bakrie dalam makalah yang disampaikan dalam konferensi nasional Penanggulangan Kemiskinan di Gedung Danapala Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (27/4/2005). Di masa lalu, kata Ical begitu sebutan Aburizal Bakrie, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi bisa menciptakan 400-500 ribu kesempatan kerja sehingga Indonesia hanya membutuhkan sekitar 4 persen pertumbuhan ekonomi setiap tahun untuk menyerap tenaga kerja baru.Dalam kesempatan itu juga Ical menyebutkan beberapa hal yang bisa diambil manfaatnya dari kebijakan pemerintahan masa lalu untuk penanggulangan kemiskinan, diantaranya, pembangunan sektor pertanian yang ternyata mampu mendorong atau menggerakan pertumbuhan ekonomi melalui perbaikan produktivitas sektor pertanian dan penciptaan lapangan kerja.Selain itu, pemerintah membuat investasi yang sangat subtantif di bidang infrastruktur baik di bidang investasi SDM maupun investasi fisik. Juga dikembangkannya industri yang bersifat padat karya dan lainnya proses pertumbuhan yang cepat di sektor pertanian, industri dan jasa.Ical juga menyebutkan, tantangan Indonesia untuk memberantas kemiskinan juga makin kuat akibat dari perubahan lingkungan global dan tuntutan perubahan politik di dalam negeri seperti desentralisasi dan proses transisi menuju demokrasi.Oleh karenanya, kata Ical, saat ini dibutuhkan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan melalui program iklim investasi, menjaga dan memelihara stabilitas ekonomi makro dan peningkatan dan perbaikan UMKM.
(mar/)











































