Salah satu pedagang sayuran di Pasar Kota Rembang, Djuwari menyebutkan, sejumlah kenaikan harga sayuran di Rembang disinyalir bukan karena momentum menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, namun memang karena stok dari petani yang kian menipis.
"Beberapa harga memang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Kemungkinan besar bukan karena mendekati Ramadhan, tapi memang keluhan dari distributor yaitu pasukan dari petani menipis," ujar Djuwari.
Ia menyebutkan, harga bawang putih yang semula berkisar Rp 40 ribu kini meroket hingga Rp 60 ribu per kg. Selain itu, beberapa bahan pokok lain yang mengiringi kenaikan tersebut diantaranya cabai merah dari yang semula Rp 25 ribu menjadi Rp 32 ribu.
"Setelah ada satu bahan saja yang mengalami kenaikan, biasanya akan diikuti pula sejumlah bahan makanan lainnya. Ini baru cabai merah yang ikutan naik, bisa saja nantinya yang lain juga ikutan naik," ungkapnya saat ditemui, Selasa (9/5) pagi.
Foto: Arif Syaefudin |
Sementara itu, salah satu pemilik warung makan di desa Tanjungsari kecamatan kota Rembang, Didik mengaku keuntungannya menurun semenjak ada kenaikan harga sejumlah bahan makanan, salah satunya bawang putih. Jika disiasati dengan mengurangi jumlah takaran bawang putih di masakannya, justru dikhawatirkan akan kehilangan cita rasa.
"Katakan keuntungan saya biasanya seratus ribu per hari, namun sekarang tidak sampai segitu karena harus kulak dengan biaya lebih. Kalau disiasati dengan pengurangan takaran justru takutnya pelanggan warung saya protes," ucap Didik.












































Foto: Arif Syaefudin