Lantas, apa yang membuat banyak badan usaha yang mengusulkan ruas di Pulau yang paling banyak penduduknya di Indonesia ini?
Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna mengatakan, hal ini diperkirakan sebagai peluang yang ditangkap badan usaha atas potensi bisnis tol di Pulau Jawa di masa depan. Padatnya lalu lintas di jalan arteri seiring semakin bertambahnya penduduk di masa depan membuat banyak ruas jalan diusulkan oleh badan usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya ini lebih menjawab kebutuhan sekaligus membuka peluang. Misalnya Tegal-Cilacap, kalau kita bangun, berarti itu kan mengatasi simpul-simpul macet sepanjang penghubung tadi," katanya kepada detikFinance, Rabu (10/5/2017).
"Kalau ini jadi, itu akan lebih smooth pergerakan dari Utara ke Selatannya. Artinya dia memang kebutuhannya sudah ada. Dan lalu lintas yang keluar dari Brexit Tegal ke Selatan itu kan memang banyak sekali. Jadi ke depan permintaannya juga akan lebih besar lagi," sambungnya.
Selain itu ada pula jalan tol sepanjang 396 km yang diusulkan oleh BUMN asal Malaysia, UEM. Perusahaan yang telah berinvestasi di ruas tol Cipali ini mengusulkan tol yang menghubungkan Cileunyi-Tasikmalaya yang diteruskan ke Selatan Jawa hingga Cilacap dan disambungkan ke Yogyakarta dan berakhir di Solo.
Panjangnya yang tak main-main membuktikan adanya bisnis tol yang menjanjikan pada ruas yang terbilang baru untuk dibangun tol ini.
"Artinya dia memang kebutuhannya sudah ada. Dan lalu lintas yang keluar dari Brexit Tegal ke Selatan itu kan memang banyak sekali. Jadi ke depan permintaannya juga akan lebih besar lagi. Dan kalau yang jalur Selatan, itu lebih untuk membuka kawasan baru sehingga bisa lebih kompetitif. Kalau demand nanti akan tumbuh sejalan dengan dibangunnya nanti," tutur dia.
"Tapi kalau memang memenuhi syarat-syarat sebagai prakarsa, kan ada aturannya, kami akan merekomendasi ke pak Menteri, menerima atau tidak menerima," pungkasnya. (dna/ang)











































