Ratusan Pengelola Pelabuhan Dunia Kumpul di Bali

Ratusan Pengelola Pelabuhan Dunia Kumpul di Bali

Prins David Saut - detikFinance
Rabu, 10 Mei 2017 12:15 WIB
Ratusan Pengelola Pelabuhan Dunia Kumpul di Bali
Foto: Prins David Saut
Nusa Dua - Lebih dari 100 pengelola pelabuhan dari 50 negara berkumpul di Bali. Mereka tergabung dalam International Association of Ports and Harbors (IAPH) akan membahas sejumlah hal terkait industri pelabuhan.

"IAPH didirikan pada 1955, dengan 88 anggota dan lebih dari 160 pelabuhan di 5 benua. 80% lalu lintas kapal kontainer dunia menggunakan pelabuhan anggota kami," kata Presiden IAPH Santiago Garcia Milla.

Hal ini disampaikan Santiago dalam acara The 30th IAPH World Ports Conference 2017 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/5/2017). Turut hadir dalam acara ini Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, Presiden Direktur Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Presiden Direktur Pelindo II Elvyn G Masassya dan Presiden Direktur Pelindo III Gusti Ngurah Askhara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan membicarakan, berdiskusi dan mendengarkan persoalan terkait evolusi global shipping, kelebihan kapasitas, perkembangan pasar, digitalisasi pelabuhan, pelabuhan pintar dan juga berbagi solusi terkait masalah kepelabuhanan lainnya," tambah Santiago.

 The 30th IAPH World Ports Conference 2017 di BNDCC, Nusa Dua, Bali The 30th IAPH World Ports Conference 2017 di BNDCC, Nusa Dua, Bali Foto: Prins David Saut


Sementara Elvyn menjelaskan konferensi ini bertujuan untuk tukar pikiran dan pengalaman maupun perspektif antar pelaku sektor maritim logistik dunia. Ajang ini juga dijadikan Pelindo untuk menunjukan perkembangan infrastruktur pelabuhan di Indonesia.

"Konferensi ini untuk aliansi pelabuhandi dunia misalnya transfer pengetahuan, keahlian dan teknologi untuk smart ports atau digital ports. Termasuk kolaborasi berbagai hal dan sharing experiences," kata Elvyn di lokasi yang sama.

Konferensi ini juga digunakan Pelindo untuk menunjukan New Priok Container Terminal di Jakarta, Terminal Teluk Lamong di Surabaya, Kuala Tanjung di Medan dan New Makassar Port di Makassar yang masih dalam proses. Elvyn menilai para pelaku industri pelabuhan dunia akan melihat kesiapan Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia.

"Ini satu momen yang bagus bagi kami untuk menjelaskan Indonesia akan menjadi poros maritim dunia," ujar Elvyn.

Konferensi ini diikuti oleh delegasi pelaku industri pelabuhan dari 50 negara seperti Jepang, Korea, Singapura, hingga Ajerbaizan. Mereka mendirikan booth untuk memamerkan teknologi kepelabuhanan yang dimiliki sehingga mampu menarik pengguna jasa pelabuhan yang turut hadir dalam acara ini. (vid/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads