"Ini lagi banyak yang ke Saudi Arabia. Di sana banyak ekspor Udang, Cat fish (Lele), Bandeng, lalu ikan-ikan jenis yang lain juga. Ini untuk pasar baru yang cukup signifikan ke Arab. Tren di triwulan pertama ada kecenderungan kenaikan yang signifikan," katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/5/2017).
Meningkatnya permintaan ikan dari Arab Saudi lantaran semakin besarnya populasi manusia di Arab Saudi dan naiknya tingkat pendapatan di negara tersebut. Pada 2016 saja, ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencapai US$ 66.849.893 atau senilai Rp 869 Miliar dengan komoditas yang diekspor adalah cakalang, tuna, makarel dan produk ikan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KKP saat ini memang tengah menjajaki Arab Saudi sebagai pasar baru ekspor perikanan Indonesia. Peluang pasar perikanan ke Arab Saudi dinilai sangat besar dan belum dimanfaatkan Indonesia sepenuhnya, apalagi dalam ekspor ikan Tuna Indonesia masih kalah dengan Thailand. Padahal Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar untuk mengekspor perikanan ke Negeri Raja Salman tersebut. (hns/hns)











































