"Sedang dibicarakan masalah (Pelabuhan) Benoa itu, dalam proses sekarang dengan Pak Wali Kota (Denpasar). Supaya segera dibangun," kata Pastika kepada detikcom di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/5/2017).
Pastika berharap draft tersebut dapat segera rampung sehingga pembangunan pelabuhan itu segera dimulai. Ia menyatakan Pelabuhan Benoa akan menjadi pelabuhan terbesar di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan pertemuan operator pelabuhan dari 50 negara di Bali, Pastika menilai konferensi itu sangat penting. Terutama untuk mengundang investor dalam pembangunan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, dan Bali secara khusus.
"Mereka ini penting sekali peranannya karena ini bagaimana menggerakkan perdagangan dunia. Apalagi kita negara kepulauan dan Presiden sendiri ingin membuat poros maritim dunia di sini. Kemudian tol laut itu sangat membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan," ujar Pastika.
Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan di hadapan Pastika, bahwa rekomendasi draft Pelabuhan Benoa akan rampung pekan depan. Hal ini berdasarkan hasil rapat dengan Pemkot Denpasar.
"Kami sudah rapat, Benoa hampir selesai. Saya kira Walikota dan Sekda Denpasar sudah memberikan respon yang bagus. Tata ruang saya kira sudah beres. Pekan depan keluar rekomendasinya," kata Luhut pada Rabu (10/5) petang. (vid/hns)











































