Harga Minyak Turun Drastis
Kamis, 28 Apr 2005 10:23 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah jatuh drastis lebih dari US$ 2,50 per barel. Jatuhnya harga minyak itu setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan cadangan minyak yang makin meningkat dan rencana Presiden George W Bush membangun kilang minyak.Minyak untuk jenis light sweet crude untuk kontrak bulan Juni jatuh US$ 2,59 sehingga menjadi US$ 51,61 per barel di pasar New York Mercantile Exchange. Begitu juga dengan harga gasoline turun sekitar 8,32 sen sehingga harganya menjadi US$ 1,5419 per galon dan juga minyak pemanas yang turun sebesar 3,39 sen menjadi US$ 1,474 per galon.Departemen Energi AS menyatakan, cadangan minyak AS saat naik sebanyak 5,5 juta barel sehingga menjadi 324,4 juta barel atau naik sekitar 9 persen dari periode sama pada tahun lalu.Tom Bentz, seorang broker dari BNP Paribas Futures di New York seperti yang dikutip kantor berita AP, Kamis (28/4/2005) mengaku telah menjual sebagian cadangannya sebelum harga minyak tersebut makin jatuh. Menurutnya, kebutuhan minyak akan makin berkurang seiring dengan masuknya musim panas sebentar lagi.Bentz menyatakan, harga minyak akan jatuh hingga ke level dibawah US$ 50 per barelnya. Terlebih lagi, setelah Presiden Bush menyatakan akan membangun kilang minyak baru. Kejatuhan harga minyak juga setelah dilakukan pembicaraan antara Presiden Bush dengan Raja Arab Saudi Abdullah. Dimana Bush meminta kepada Arab Saudi untuk melakukan berbagai upaya untuk menekan harga minyak yang terus tinggi.Arab Saudi lalu berencana meningkatkan kapasitas produksinya hingga mencapai 12,5 juta barel per hari pada tahun 2009 melebih batas yang sebesar 11 juta barel per hari. Arab Saudi saat ini produksi minyaknya mencapai 9.5 juta barel per hari. Bahkan kalau memang diperlukan negara kaya ini akan memproduksi minyaknya hingga 15 juta barel per hari.
(mar/)











































