Follow detikFinance
Selasa 16 May 2017, 12:18 WIB

Banyak Rel Kereta Mati di RI Karena Otomotif Berkembang Pesat

Muhammad Idris - detikFinance
Banyak Rel Kereta Mati di RI Karena Otomotif Berkembang Pesat Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda, pemerintah kolonial saat itu gencar membangun jaringan rel kereta api. Kini, banyak rel kereta yang terbengkalai.

Jalur kereta dibangun untuk mengangkut komoditas perkebunan, selain itu juga sebagai moda transportasi angkutan penumpang yang cukup strategis saat itu.

Sayangnya, pertumbuhan kereta api seolah mandek setelah Indonesia merdeka. Tidak ada pembangunan rel kereta baru pasca kemerdekaan RI.


Menurut Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, sebagian besar rel-rel peninggalan Belanda itu ditutup pada era tahun 1970-an, tepatnya saat masifnya pembangunan jalan raya dan industri mobil ke Indonesia.

[Gambas:Video 20detik]

"Beberapa jalur kalah (kereta) kalah dengan otomotif seperti Demak-Semarang, kalah dengan kecepatan Pantura. Tahun 1970-an banyak rel mati, karena sebelum tahun itu, truk juga belum banyak. Makanya dulu pabrik gula juga pasti berdeketan dengan rel kereta, zaman Belanda semua pelabuhan utama juga terhubung kereta sampai dermaga," terang Djoko kepada detikFinance, Senin (16/5/2017).

Selain itu, beberapa rel tak lagi diaktifkan setelah diterjang bencana alam. Selain, banyaknya rel kereta yang diambil Jepang juga turut berkontribusi pada berkurangnya jalur kereta api.

"Banyak jalur kereta itu mati setelah longsor, kemudian sampai sekarang dibiarkan. Beberapa lainnya hilang karena relnya dibawa Jepang ke Burma (Myanmar) untuk membangun rel di sana. Dulu Yogyakarta-Solo zaman Belanda sudah double track, tapi diambil satu relnya dibawa ke Burma," kata Djoko.

Pemerintahan kolonial Belanda sejak tahun 1870-an sudah membangun jaringan rel kereta api dengan panjang sekitar 6.500 km di Jawa dan Sumatera. Namun saat ini, hanya sekitar 4.000 km saja yang masih aktif.

Maka dari itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengaktifkan kembali (reaktivasi) seluruh rel kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa dan Madura, yang saat ini mati.

Saat ini total panjang rel mati di Pulau Jawa dan Madura mencapai 1.600 km lebih. Reaktivasi dilakukan secara bertahap sehingga jalur-jalur rel mati tersebut bisa beroperasi seluruhnya pada 2030.

Jalur mana saja yang akan diaktifkan lagi? Simak berita di bawah ini.

(ang/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed