Ketua Panitia Ad Hoc IV Rizal Djalil mengatakan BPK akan mendukung peningkatan anggaran Kementan terkait peningkatan produksi pangan. Rizal mengatakan, sudah saatnya Kementan menggunakan teknologi untuk pemetaan wilayah-wilayah potensi pengembangan pangan di Indonesia.
"Bahkan untuk peningkatan pemutakhiran data pertanian untuk produksi kami siap membantu 10 kali lipat," ujar Rizal dalam keterangan tertulis dari Kementan, Selasa (16/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rizal, BPK memiliki kewenangan untuk menyampaikan penggunaan anggaran atau tata kelola keuangan yang benar. Pemeriksaan berdasar undang-undang dan peraturan pemerintah.
Ia kembali mengulangi bahwa tugas utama Kementan di era Presiden Jokowi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah peningkatan produktivitas. Untuk itu BPK akan mendukung peningkatan anggaran Kementan.
Rizal juga mengingatkan bahwa BPK akan mengelompokkan pangan strategis dengan yang tidak. Seperti di Sulawesi termasuk strategis, artinya saluran irigasi baik, alat mesinnya ada, pupuk juga ada serta hasilnya baik.
"Jadi jangan main-main dalam penggunaan anggaran," tegas Rizal.
(nwy/hns)











































