Larangan Pertamina Beli Dolar AS di Pasar Solusi Jangka Pendek

Larangan Pertamina Beli Dolar AS di Pasar Solusi Jangka Pendek

- detikFinance
Kamis, 28 Apr 2005 14:28 WIB
Jakarta - Kebijakan pemerintah yang memutuskan melarang Pertamina membeli dolar AS di pasar uang dianggap sebagai solusi jangka pendek sehingga potensi pelemahan bisa kembali terulang di masa mendatang."Memang itu bisa efektif untuk meredam gejolak tapi itu hanya bersifat jangka pendek," kata Martin Panggabean dalam keterangan persnya di Plaza Bapindo, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (28/4/2005).Makanya dia mengusulkan dua hal yang bisa ditempuh pemeritah dan BI, yakni pertama menjawab pertanyan kenapa Pertamina harus membeli dolar AS di pasar spot tidak melalui pasar lain seperti future atau swap market. "Yang terjadi selama ini Rupiah melemah ke Rp 9.600 itu lebih disebabkan oleh aksi Pertamiana," tegasnya. Dijelaskannya, perkembangan Rupiah memang murni akibat situasi pasar yakni adanya permintaan dolar AS yang tinggi termasuk salah satunya dari Pertamina,.Pemerintah diminta serius menjalankan program repatriasi dana eksportir dalam jangka waktu tertentu sewaktu 3 hingga 6 bulan. "Negara lain seperti Singapura, Thailand dan Korsel juga telah melakukan repatriasi dana eksportir itu," tandasnya. Program ini, katanya tidak melanggar artikel 5 IMF. Marti memandang semestinya Rupiah sudah menguat karena sebelumnya saat di level Rp 9.660 pelaku pasar semestinya telah menjual dolar AS. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads