Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 12:47 WIB

Rel Kereta Mati Bandung-Ciwidey Dihidupkan, Ini Dampaknya

Muhammad Idris - detikFinance
Rel Kereta Mati Bandung-Ciwidey Dihidupkan, Ini Dampaknya Foto: Dok. KAI
Jakarta - Upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mereaktivasi atau menghidupkan kembali jalur kereta api peninggalan Belanda Bandung-Soreang-Ciwidey terus dilakukan. Jalur tersebut dirasa penting untuk diaktifkan, lantaran kepadatan arus lalu lintas di Bandung Raya.

VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Agus Komarudin, mengungkapkan lalu lintas kendaraan sepanjang jalan dari Bandung, Kopo, Soreang, hingga Ciwidey sudah sangat padat dan kerap kali macet. Kondisi itu yang mendasari perlu reaktivasi jalur tersebut untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

"Kelihatan sekali Bandung arah Dayeuhkolot, ke Soreang, sampai Ciwidey itu sudah sering macet. Padahal ini jalur wisata ke arah Kawah Putih dan sebagainya," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (18/5/2017).

Selain itu, jelas Agus, daerah di Selatan Kota Bandung itu terus mengalami pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk yang semakin besar setiap tahun. Sehingga, aktivasi kereta api dirasa perlu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas menuju ke Kota Bandung dan sebaliknya.

"Perumahan juga semakin lama semakin banyak, sementara daya tampung jalan untuk kendaraan semakin kecil. Kalau sudah diaktifkan, kita bisa jalankan kereta perintis seperti di jalur Wonogiri-Purwosari dengan KA Bathara Kresna," ungkap Agus.

Jalur ini masuk dalam rencana reaktivasi rel-rel kereta api yang dilakukan di periode tahun 2017 sampai 2019 di Jawa Barat. Selain itu, jalur lainnya yang diaktivasi yakni Rancaekek-Tanjungsari yang berada di wilayah Timur Bandung. (idr/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed