Menhub: Tiket LRT Palembang Rp 7.000-8.000 per Orang

Raja Adil Siregar - detikFinance
Sabtu, 20 Mei 2017 17:45 WIB
Foto: Raja Adil Siregar
Palembang - Agar harga tiket Light Rail Transit (LRT) murah, Menteri Perhubungan sarankan warga Palembang naik kereta listrik. Dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan LRT akan mempengaruhi terhadap pendapatan dan berdampak pada harga tiket.

"Tarif memang belum dilakukan penetapan, tetapi akan dilihat dari daya beli warga Palembang berapa, ada kemungkinan berkisar antara Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per orang. Harga ini akan disesuaikan agar dapat terjangkau oleh masyarakat," ujar Budi Karya saat meninjau stasiun LRT di Jakabaring Palembang, Sabtu (20/5/2017).

Ditambahkan Menhub, harga tersebut berdasarkan hasil risert dan studi angkutan masal. Sehingga makin banyak penumpang maka harga tiket akan semakin murah. Selain itu, jumlah penumpang akan sangat penting terhadap subsidi yang akan diberikan.

Dari total proyek sebesar 10 Triliun ini, pada akhir tahun 2017 pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk mempercepat pembangunan LRT.

Sehingga dengan pembangunan LRT, pihaknya berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat memanfaatkan fasilitas angkutan masal ini dengan maksimal. LRT yang punya mobilitas tinggi akan menjadi solusi bagi masyarakat sekitar.

"Memeng ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan Pemda, karena ini dapat dijadikan angkutan masal yang dapat mengatasi mobilitas masyarakat yang sangat tinggi," imbuh Budi Karya.

Ditempat terpisah, Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Buditjahjono mengatakan, pembangunan LRT Palembang memang terbilang cepat dibandingkan DKI Jakarta. Hal ini terlihat dari progres pemasangan rel sebagai jalur lintasan yang sudah mulai akan dipasang pada awal Juni mendatang.

"Memang termasuk cepat juga pembangunan LRT di Palembang ini jika dibandingkan dengan Jakarta. Buktinya saja, saat ini sudah ada 50 persen bahan rel sebagai jalur lintasan yang tiba di Palembang, dan awal bulan Juni ini sudah mulai dipasang," paparnya di ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Cepatnya pembangunan sendiri dikarenakan sampai saat ini tidak ada kendala berarti yang dapat menghambat pembangunan, baik masalah jalur perlintasan dan lain sebagainya, termasuk lintasan yang ada di sekitar jaringan PLN dan PDAM. (ang/ang)