Petani Minta Bulog Serap Bawang Merah

Petani Minta Bulog Serap Bawang Merah

Niken Widya Yunita - detikFinance
Minggu, 21 Mei 2017 21:33 WIB
Petani Minta Bulog Serap Bawang Merah
ilustrasi bawang merah (Foto: iStock)
Solok - Harga bawang merah di Kabupaten Solok, Sumbar, anjlok. Petani meminta Bulog menyerap bawang merah mereka.

Dalam keterangan tertulis Kementan, Minggu (21/5/2017), seorang Petani bernama Edward Jamil yang berasal dari Desa Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumbar, menuturkan, saat ini harga bawang merahnya hanya laku dijual pada harga Rp 12 ribu-13 ribu (ukuran jumbo) dan super pada harga Rp 9 ribu-Rp 10 ribu.

Padahal menurutnya beberapa bulan yang lalu ketika Menteri Pertanian Amran Sulaiman datang ke Solok, harga berada pada posisi Rp 24 ribu-Rp 25 ribu. Pada saat itu Bulog berjanji jika harga jatuh maka akan dibeli dikisaran harga Rp 15 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pada saat harga jatuh ke angka Rp 12 ribu, petugas Bulog tidak pernah kelihatan. Ketika dicoba dihubungi jawaban salah sèorang petugas divre Bulog, "Belum ada perintah pimpinan dari pusat".

Baca juga: Harga Bawang Merah Anjlok, Mentan Minta Bulog Beli dari Petani

Hal yang sama diceritakan Muknaldi petani bawang merah dari Kabupaten Solok. Ia menceritakan bahwa harga di daerahnya sekarang Rp 11 ribu (ukuran jumbo). Dulu katanya, kira-kira tiga bulan yang lalu sewaktu Mentan datang ke Solok, Bulog berjanji akan membeli bawang merah jika harganya jatuh.

"Harga yang dijanjikan adalah Rp 15 ribu pada saat itu. Namun ketika harga jatuh sekarang Bulog tidak kelihatan. Sepertinya cuek saja dengan derita kami," kata Muknaldi dengan nada sedih.

Karo Humas Informasi Publik Kementan Agung Hendriadi secara terpisah mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah harus hadir di tengah petani ketika ada masalah.

"Bulog sebagai badan yang telah ditunjuk pemerintah untuk membeli komoditas strategis (beras, bawang, jagung, kedelai) semestinya melaksanakan arahan tersebut. Hal ini untuk melindungi petani dan menjaga kestabilan harga di pasar," kata Agung.

Agung heran pegawai Bulog bergerilya membeli bawang merah petani Solok dengan harga rendah di angka Rp 11 ribu. "Ketika dikonfirmasi sekali lagi ke divre Bulog Solok, jawabannya sama, belum ada perintah dari pusat". kata Agung.

(nwy/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads