Melansir data BPS, Jakarta, Selasa (23/5/2017), dari beberapa bahan pokok, garam mengalami peningkatan impor. Di mana pada April 2017 sebesar 319,9 ribu ton atau tumbuh 52,2% jika dibandingkan impor garam pada Maret 2017 yang sebesar 210,1 ribu ton.
Impor garam yang tumbuh 52,2% per April 2017 itu setara dengan US$ 10,4 juta. Sedangkan Maret 2017 hanya sebesar US$ 7,65 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapula yang berasalh dari Selandia Baru sebanyak 100,5 ton dengan nilai US$ 46,8 ribu, selanjutnya Jerman yang sebesar 66 ton dengan nilai US$ 28,7 ribu, serta Thailand yang sebesar 4,6 ton senilai US$ 3,8 ribu.
Sedangkan dilihat sepanjang Januari-April 2017, impor garam juga mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Januari-April 2017 total impor garam sebesar 714,2 ribu ton dengan nilai US$ 24,8 juta. Sedangkan pada Januari-April 2016 hanya sebesar 531,2 ribu ton dengan nilai US$ 21,5 juta.
(mkj/mkj)










































