Jokowi menyebutkan, Indonesia sejak tahun 1977 telah menjadi negara yang dicontek oleh negara tetangganya, karena berhasil membangun jalan tol Jagorawi yang panjangnya kurang lebih 50 kilometer (km).
"Coba kita lihat, tahun 77 jalan tol Jagorawi, kurang lebih 50 km. Itu jadi contoh negara-negara lain. Pada datang ke sini. Tiongkok datang,china datang lihat. Apa sih. Malaysia datang lihat, apa sih," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (23/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menuturkan, sejak 1977 hingga saat ini atau sekitar 40 tahun, Indonesia hanya mampu membangun jalan tol sepanjang 780 km, tertinggal jauh dari apa yang sudah dilakukan oleh China.
"Yang negara-negara tadi, yang melihat kita. China contoh, Tiongkok contoh, 280 ribu km. 280 ribu km supaya saudara-saudara membandingkan bertapa jauh kita sudah ditinggal," jelasnya.
Ketertinggalan Indonesia, lanjut Jokowi, dikarenakan perdebatan yang ujungnya tidak jelas. Seperti pembangunan jalan tol, yang masih dalam rancangan pembangunan namun sudah diributkan soal pembebasan lahannya.
"Ramai masalah pembebasan lahan. Bolak balik banyak yang stuck, stop tidak berjalan dalam masalah ini dan tidak kita selesaikan dalam kurun waktu bertahun-tahun. Coba kita ingat lagi tahun 70an. Kita banyak ngirim guru ke Malaysia. Mereka belajar dari Indonesia juga banyak. Sekarang kita ditinggal. Inilah yang harus kita kejar. Jangan kita melupakan hal-hal seperti itu," tukasnya. (mkj/mkj)











































