Jika hanya digunakan untuk kendaraan roda dua, kapasitas tampung seribu lebih itu sangat disayangkan. Selain itu, dioperasikannya Dermaga VI diharapkan dapat mengurai kemacetan tiap kali arus mudik Lebaran di Pelabuhan Merak.
"Ini yang dipelajari kelihatannya nggak, nanti untuk kendaraan-kendaraan itu bisa nampung sampai 1.200 kendaraan sayang kalau hanya untuk motor saja," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Faik Fahmi kepada wartawan di Kota Cilegon, Rabu (24/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi menambahkan, Dermaga VI yang direncanakan bakal dijadikan Dermaga Premium tersebut untuk sementara dijadikan sebagai dermaga layanan umum pada saat arus mudik Lebaran. Hal itu lantaran fasilitas penunjang sebagai Dermaga Premium belum terpenuhi.
"Enggak, kan (dermaga) premium harus dibangun dulu, ini untuk layanan umum biasa seperti dermaga yang lain, jadi bedanya dengan tahun lalu, dengan dermaga ini dioperasikan jadi ada 6 dermaga kemarin hanya 5," katanya.
Sementara itu, salah satu kendala yang dihadapi PT ASDP untuk Dermaga Premium adalah akses jalan yang belum dibebaskan. Jalan tersebut merupakan milik pemerintah Kota Cilegon yang hingga kini masih terkendala izin agar bisa digunakan.
Selama menunggu izin dikeluarkan oleh Pemkot Cilegon, pihak ASDP akan menggunakan jalur melalui Dermaga I Pelabuhan Merak untuk menuju Dermaga VI.
"Saya juga sudah informasikan ke Pak Wali bahwa Dermaga VI ini akan dioperasikan kita minta akses itu diberikan melalui yang punya Pemkot itu," tutupnya. (dna/dna)










































