Saat H-3 menjelang puasa konsumsi daging akan naik sekitar 30%, dan H-7 jelang Lebaran akan naik 50-75%.
"Masyarakat yang biasanya membeli 1 kilogram (kg), menjelang Idul Fitri akan membeli 4-5 kg," ujar Sarman dalam keterangan tertulis, Jumat (26/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika stoknya tersedia maka pemerintah harus memastikan pendistribusian yang merata dan tepat waktu ke daerah daerah yang merupakan pusat2 konsumen. Sehingga HET (Harga Eceran Tertinggi) daging import yang telah ditetapkan Pemerintah di angka Rp.80.000/kg dapat terjaga dan tidak melampaui dari harga tersebut," kata Sarman.
Sarman juga mengimbau para importir menggelar operasi pasar daging murah bagi masyarakat. Salah satu contohnya operasi pasar yang dilakukan importir daging, PT. Suri Nusantara selaku pengelola Toko Daging Nusantara.
Bersama Bulog dan Komite Daging Sapi ( KDS) Jakarta Raya, Suri Nusantara menggelar operasi pasar daging tahap pertama di kawasan Jatisampurna, Bekasi dan sekitarnya. Dalam operasi pasar ini daging beku grade 2 Rp.65.000/kg,untuk grade 1 Rp75.000/kg sedangkan khusus daging segar Rp 90.000/kg.
Harga jual tersebut di bawah harga pasar yang ditetapkan pemerintah. HET daging beku/impor pemerintah mematok harga Rp 80.000/kg, sedangkan harga daging segar di pasar tradisional pada posisi di angka Rp 120.000/kg.
"Dari harga di atas diharapkan tidak melampaui daya beli masyarakat,sehingga kebutuhan daging masyarakat selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau," tutur Sarman. (hns/dna)











































