Tantangan Ekonomi Indonesia: dari China, AS, Yunani sampai Arab

Tantangan Ekonomi Indonesia: dari China, AS, Yunani sampai Arab

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 26 Mei 2017 15:02 WIB
Tantangan Ekonomi Indonesia: dari China, AS, Yunani sampai Arab
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi Indonesia masih menemui sejumlah tantangan. Mulai dari kerja sama Amerika Serikat (AS) dengan Arab hingga penurunan peringkat rating kredit dari Moody's untuk China.

Agus pemangkasan ranking dari lembaga pemeringkat Moody's untuk China dinilai harus diwaspadai.

Mengutip Reuters, Moody's Investor Service menurunkan rating kredit China menjadi A1 dari sebelumnya Aa3 dengan outlook dari negatif ke stabil. Moody's menyebut, pertumbuhan ekonomi China masih tetap tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian secara umum, kita lihat negosiasi Yunani atas utangnya dengan International Monetary Fund (IMF) dan sejumlah negara Eropa akan sukses minggu depan," kata Agus di gedung BI, Jumat (26/5/2017)

Dia mengatakan, hal tersebut berdampak positif ke Indonesia. Apalagi Indonesia baru mendapatkan predikat investment grade dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's beberapa waktu lalu.

"Secara umum kondisi ekonomi Indonesia masih positif, dana asing yang mengalir masih cukup banyak," ujar dia.

Selain itu, perekonomian nasional juga akan dipengaruhi oleh perekonomian dunia. Dia mengatakan, perkembangan ekonomi dunia khususnya, ketika kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Arab sudah kondusif.

"Rencana anggaran yang diusulkan akan membawa dampak ke ekonomi AS," ujarnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads