7 Bendungan Rp 6 T Rampung di 2016, Ini Manfaatnya

7 Bendungan Rp 6 T Rampung di 2016, Ini Manfaatnya

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 26 Mei 2017 15:12 WIB
7 Bendungan Rp 6 T Rampung di 2016, Ini Manfaatnya
Foto: dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Sepanjang tahun 2016 lalu, Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 7 bendungan yang merupakan bagian dari pembangunan 65 bendungan hingga tahun 2019 mendatang.

Tujuh bendungan tersebut di antaranya Bendungan Rajui dan Paya Seunara di Aceh, Bendungan Jatigede di Jawa Barat, Bendungan Bajulmati dan Bendungan Nipah di di Jawa Timur, Bendungan Titab di Bali, dan Bendungan Teritib di Kalimantan Timur.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Imam Santoso mengatakan enam dari tujuh bendungan tersebut saat ini telah beroperasi, di mana telah melewati proses impounding atau pengisian air ke dalam bendungan sehingga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tahun 2016 kemarin, ada tujuh buah bendungan yang selesai. Semua bendungan itu sudah impounding, kecuali Teritib," katanya dalam Diskusi Media di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Proses impounding pada tiap bendungan sendiri membutuhkan waktu yang berbeda-beda sesuai dengan luasan bendungan dan intensitas hujan di daerah tersebut.

Adapun ketujuh bendungan tersebut menelan biaya konstruksi mencapai Rp 6,32 triliun. Imam menjelaskan, ketujuh bendungan ini memiliki volume tampungan sebanyak 1,02 miliar meter kubik dan mengairi lahan irigasi seluas 95,7 ha.

Selain itu, secara keseluruhan, tujuh bendungan yang telah rampung ini memiliki kapasitas mereduksi banjir hingga 1.400 meter kubik/detik, dan penyediaan air baku 4,54 meter kubik/detik, serta penyediaan tenaga listrik mikro hydro sebesar 111,84 MW.

Saat ini, total bendungan yang ada di Indonesia adalah sebanyak 231 buah dengan total tampungan sebesar 12,6 miliar meter kubik. Melalui program 65 bendungan, daya tampungannya akan bertambah menjadi 19,31 miliar meter kubik, sehingga akan ada pebambahan daya tampung sekitar 6,5 miliar meter kubik yang ditujukan untuk program ketahanan pangan.

"Bendungan ini sasarannya untuk ketahanan pangan. Kalau 65 bendungan ini nanti selesai, dia akan meningkat sekitar 19,5% untuk total irigasi di permukaan. Kalau daerah irigasi yang dialiri bendungan, maka ia tidak lagi tergantung musim. Jadi irigasi yang ada diambil (dibendung) dari sungai. Kalau airnya dari bendungan, airnya terjamin," pungkas Imam. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads