Bisakah Impor Singkong Diatur? Ini Kata Mendag

Bisakah Impor Singkong Diatur? Ini Kata Mendag

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 26 Mei 2017 17:10 WIB
Bisakah Impor Singkong Diatur? Ini Kata Mendag
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Indonesia masih mengimpor singkong dari Vietnam. Padahal, singkong adalah tanaman pangan yang banyak dijumpai di Indonesia.

Lantas, bisakah pemerintah mengatur impor singkong agar tak berlebihan? Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, mengatakan pemerintah belum punya rencana mengatur tata niaga impor singkong.

"Ya enggak ada, bagaimana kalau dia seperti bawang putih tidak pakai izin, kalau izin nanti dipersoalkan lagi. Bapak banyak benar keluarin izin," kata Enggartiasto di Kantor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Jakarta, Jumat (26/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dia mengatakan, impor singkong yang masuk selama Januari-April 2017 hanya untuk kebutuhan industri. Contohnya untuk industri makanan dan pakan ternak.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Sepanjang Januari-April 2017, impor singkong Vietnam mencapai 1.234 ton dengan nilai US$ 499,8 ribu. Sedangkan pada April 2017 impor singkong mencapai 499,8 ton dengan nilai US$ 94,6 ribu.

"Impor singkong itu untuk memenuhi kebutuhan pada posisi suplai yang kurang, itu yang terjadi. Saya tanya kenapa bisa terjadi impor, saya enggak tahu, mereka menutup kebutuhan industri. Pabrik itu tidak bisa berhenti, sehingga melakukan impor," ujar pria yang akrab disapa Enggar itu.

Selain itu, impor singkong juga dipicu harga jual rendah dan belum adanya aturan mengenai tata niaga impor ubi kayu tersebut.


Amran setuju jika ada upaya meningkatkan produksi singkong dalam negeri. Namun, belum adanya tata niaga impor membuat pemenuhan kebutuhan singkong bisa lewat impor.

"Saya setuju, ya tapi terus bagaimana dia jalan sendiri, bebas. Singkong jalan sendiri dia, saya tidak memberikan izin, tapi dia impor sendiri. Bagaimana sanksi, mereka itu perdagangan bebas, tidak melalui proses," tandasnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads