Sejumlah ekonom menyebut, lemahnya pertumbuhan ini menjadi pukulan keras untuk Presiden AS Donald Trump yang berambisi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke level 4%. Untuk mencapai target tersebut, Trump memiliki sejumlah strategi seperti pemotongan pajak korporasi dan indvidu.
Kepala Ekonom Bank of The West San Fransisco, Scott Anderson mengatakan, ini merupakan kinerja terburuk Amerika dalam waktu satu tahun. Padahal, menurut dia, kuartal IV tahun lalu pertumbuhan sudah mencapai 2,1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Amerika sempat memasang target pertumbuhan 3%, angka ini dinilai lebih realistis dari ambisi Trump. Karena, para analis mengungkapkan stimulus fiskal yang diberikan Trump bisa mempengaruhi produktivitas dan menyebabkan kekurangan pada tenaga kerja di sejumlah daerah.
"Jika ekonomi tumbuh 3%, maka bisnis bisa jauh lebih baik dan tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang modal," ujar Kepala Ekonom Naroff Economic Advisor Holland, Pennsylvania.
Kelesuan ekonomi AS sebenarnya tidak mencerminkan kesehatan sebuah negara yang sebenarnya. PDB kuartal pertama yang memiliki kinerja buruk karena masih ada perhitungan data yang sedang diselesaikan oleh pemerintah.
Kuartal berikutnya, ekonom memproyeksikan pertumbuhan bisa mencapai 0,9%. Kemudian juga akan ada kenaikan suku bunga bulan depan oleh The Federal Reserve. (hns/hns)











































