Jam Kerja PNS Berkurang 1 Jam Selama Bulan Puasa

Jam Kerja PNS Berkurang 1 Jam Selama Bulan Puasa

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 29 Mei 2017 10:36 WIB
Jam Kerja PNS Berkurang 1 Jam Selama Bulan Puasa
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Memasuki bulan Ramadan, waktu kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) berkurang satu jam dari hari biasa. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran yang telah disebar kepada seluruh instansi pemerintahan baik di pusat maupun daerah.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman mengatakan, para aparatur sipil negara yang tadinya bekerja selama 7,5 jam pada hari biasa, akan pulang satu jam lebih awal pada bulan puasa ini, sehingga total selama seminggu jam kerja dipangkas sebesar 5 jam.

"Jadi jam kerja selama bulan Ramadan berkurang satu jam per hari, berarti 5 jam per minggu. Kalau sebelumnya jam kerja per hari 7,5 jam atau per bulannya 37,5 jam, jika selama bulan puasa itu per harinya jadi 6,5 jam atau per minggunya 32,5 jam. Nanti untuk teknis mulainya dari jam 8 pagi, ada yang 5 hari dan 6 hari, ada waktu istirahatnya," katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Senin (29/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun surat edaran tersebut mulai berlaku pada hari ini. Herman menjelaskan, ketentuan ini tidak mengalami perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya alias sama. Meski jam kerja berkurang, PNS diharapkan bisa tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya yang ada di Rumah Sakit, Puskesmas, Kepolisian, hingga Pemadam Kebakaran.

"Misalnya bagaimana instansi melakukan pengaturan teknis, itu diserahkan kepada pimpinan instansi. Yang jelas pelayanan publik jangan sampai ada yang hilang atau berkurang. Kan bisa menggunakan sistem shift atau bergilir, sehingga publik tetap terlayani dengan baik walaupun sekarang lagi bulan puasa. Terutama untuk RS, Puskesmas, kantor Polisi, pemadam kebakaran," tutur dia.

"Jadi harapannya kualitas pelayanan publik tetap optimal. Jam kerja berkurang, tapi pelayanan tetap optimal. Kinerja birokrasi, diharapkan justru pada bulan puasa ini lebih meningkat," tukasnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads